Beranda blog Halaman 59

Kuasa Hukum Tergugat Pertanyakan Dasar Gugatan PMH di PN Namlea

0

 

NAMLEA, Media http://Istana.com – Penasihat Hukum sekaligus Kuasa Hukum Tergugat, Marselinus Wokanubun, SH ketika diwawancarai wartawan media kami mengatakan bahwa gugatan perdata yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Namlea dengan nomor perkara 13/Pdt.G/2026/PN.Nla.adalah tidak mempunyai kekuatan hukum

Bahwa dalam perkara tersebut, kuasa tergugat yakni YMS menilai sejumlah dalil dalam gugatan masih harus dibuktikan melalui proses persidangan, khususnya terkait dugaan Perbuatan Melawan Hukum “PMH”.

Dirinya menegaskan,bahwa persoalan utama dalam perkara 13/Pdt.G/2026/PN.Nla sebenarnya bukan semata-mata mengenai berakhirnya hubungan pacaran atau tidak terlaksananya rencana perkawinan.

Kareba yang harus diuji adalah apakah benar terdapat perbuatan konkret dari Tergugat yang memenuhi unsur Perbuatan Melawan Hukum. Sebab janji perkawinan harus dibuktikan secara terang, jelas dan pasti,” ujar Marselinus kepada wartawan, Kamis 14 Agustus 2026.

Menurutnya, Pihak Penggugat AP perlu menunjukkan beberapa hal penting. Di antaranya apakah pernah ada pertunangan, penentuan tanggal perkawinan, pembicaraan resmi antar keluarga, maupun bukti tertulis atau elektronik yang menunjukkan adanya komitmen perkawinan.

Dirinya mengatakan bahwa Berakhirnya hubungan atau batalnya rencana perkawinan tidak serta merta secara otomatis dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum. Semua harus dilihat berdasarkan fakta dan bukti dalam perkara, tegasnya.

Tuduhan Tipu Muslihat Harus Dibuktikan

Terkait dalil tipu muslihat yang diajukan Penggugat, Marselinus menyebut tuduhan tersebut harus didukung bukti yang jelas.

Harus dijelaskan bentuk tipu muslihatnya seperti apa, kapan dilakukan, bagaimana caranya, serta apakah sejak awal Tergugat memang memiliki niat untuk memperdaya Penggugat. Perubahan sikap atau batalnya rencana perkawinan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sejak awal Tergugat mempunyai niat menipu,” jelasnya.

Tuntutan Materiil Rp94,6 Juta Dipertanyakan Dasar Hukumnya

Mengenai tuntutan uang sekitar Rp94.666.000, Marselinus menyebut perlu dibuktikan terlebih dahulu dasar hukum pemberian uang tersebut.

Bukti transfer tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh uang tersebut merupakan utang Tergugat. Setiap transaksi harus dilihat konteks dan tujuannya. Apakah berupa pinjaman, pemberian, bantuan, biaya kebutuhan selama hubungan, modal usaha, atau bentuk transaksi lainnya. Apalagi ada dugaan justru Penggugat yang berinisiatif dengan dalih pacaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, uang maupun barang yang diberikan selama hubungan berlangsung tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai kerugian materiil hanya karena hubungan tersebut kemudian berakhir.

Soal dalil restu orang tua Tergugat yang disebut dalam gugatan, Marselinus menyatakan apabila benar orang tua Tergugat tidak memberikan restu dan tidak pernah menerima uang dari Penggugat, itu Menunjukan fakta bahwa tuduhan2 tidak benar adanya dan merupakan kebohongan, maka fakta tersebut perlu dilihat secara objektif dalam menilai tuduhan-tuduhan dalam perkara ini.

Seluruh argumentasi Tergugat akan kami sesuaikan dengan bukti yang tersedia dan akan kami uji dalam persidangan,” katanya.

Tuntutan Kerugian Immateriil Rp1 Miliar Dinilai Berlebihan

Penggugat juga menuntut kerugian immateriil sebesar Rp1 miliar. Tuntutan tersebut, kata Marselinus, harus dibuktikan secara konkret.

Harus jelas perbuatan apa yang dilakukan, kepada siapa, kapan terjadi, apa akibatnya, dan bagaimana hubungan sebab akibatnya dengan kerugian yang dituntut. Apalagi persoalan ini juga berkaitan dengan harga diri klien kami sebagai seorang perempuan yang perlu dilindungi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Marselinus menyebut justru kliennya yang mengalami dampak serius akibat rangkaian persoalan ini.

Akibat rangkaian persoalan yang dilakukan oleh Penggugat, klien kami sampai mengalami pemberhentian dari tempatnya mengajar di RA Ahlilal grandeng buru. Ini merupakan fakta yang juga perlu kami sampaikan dan lihat secara utuh dalam perkara ini,(tim)

Merasa Diperlakukan Tidak Adil,Pemilik Galian C CV.Napogos Berkarya Jaya Memohon Keadilan Pemerintah.

0

MEDIAISTANA.COM Tapanuli Tengah||–Meski sebelumnya terkait usaha galian C CV.Napogos Berkarya Jaya milik M.Hutasoit yang selama ini diobok-obok yang berlokasi di kelurahan sibuluan nauli,kecamatan pandan,kabupaten Tapanuli Tengah,provinsi Sumatera Utara dan terkait polemik rencana aksi demonstrasi terhadap galian C di wilayah kelurahan sibuluan nauli.

Terkait isu tersebut diatas,sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ketempat galian C CV.Napogos Berkarya Jaya pada kamis (13/08/2026).

Saat dikonfirmasi M.Hutasoit membantah anggapan bahwa usaha galian C tidak memiliki izin,ia menyampaikan bahwa kegiatan usahanya telah memiliki perizinan dari pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Beliau juga mempertanyakan alasan usaha miliknya yang menjadi sasaran aksi pengaduan,sementara menurutnya masih terdapat aktivitas galian C dibeberapa titik yang diduga belum mengantongi izin.

M.Hutasoit mengaku kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.Kenapa pemerintah dan aparat penegak hukum tidak menindak tegas.Menurutnya,aktivitas galian C dibeberapa titik semakin intens.

Kalau semua ini dibiarkan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum,lebih baik diumumkan saja bahwa masyarakat yang ingin membuka usaha galian C dengan alat berat tidak perlu mengurus izin lagi,supaya adil.

Menurutnya,selama menjalankan usaha CV.Napogos Berkarya Jaya,kewajiban pembayaran pajak dan kontribusi telah dilakukan.Bahkan sejumlah instansi terkait dari pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah telah melakukan kunjungan kelokasi usahanya.

“Pajak dan PAD saya bayar.Instansi perizinan,kelurahan dan satpol PP Tapteng juga sudah datang ke sini.Tetapi kenapa usaha saya yang selalu diobok-obok?”ungkapnya.

Jika ada berkas yang masih kurang,tolong kami dibantu dan diarahkan oleh pihak instansi terkait.Jangan langsung usaha kami yang dipermasalahkan,”ujarnya.

“Harapan saya kepada bapak Presiden RI,Prabowo Subianto,bapak Gubernur Sumatera Utara,Bobby Nasution,dan bapak Bupati Tapanuli Tengah,Masinton Pasaribu,agar sudi kiranya menolong saya,pak,”tegasnya.

Salah seorang warga kelurahan sibuluan nauli,P.Hutabarat saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media mengatakan bahwa aktivitas galian C milik M.Hutasoit tersebut membuka lapangan kerja bagi warga setempat,khususnya pengangkutan material tanah urug.

Hal senada disampaikan oleh B.Panggabean,salah seorang supir damtruk yang juga penduduk kelurahan sibuluan nauli mengatakan bahwa pekerjaan tersebut memberikan penghasilan dan dampak besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

M.Hutasoit berharap polemik perihal aktivitas usahanya tidak hanya dilihat dari sisi rencana demontrasi atau memberikan tudingan yang hanya untuk mengobok obok usahanya.Tapi berikanlah perlindungan hukum yang adil kepada kami serta kami berharap polemik ini dapat diselesaikan dengan baik,Arif dan bijaksana oleh pemerintah dan aparat penegak hukum,”tutupnya.

By ;  Taem Red

Klasis Kota Soe: Dari Gereja Untuk Indonesia, Berjalan 9 KM Rayakan HUT RI Ke-81

0

Mediaistana,com. SOE, TTS – Dari ujung timur Indonesia, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Klasis Kota Soe turut mengumandangkan semangat kemerdekaan. Ribuan langkah iman dan kebangsaan menyatu dalam Lomba Gerak Jalan 9 KM peringatan HUT RI ke-81 yang digelar Pemerintah Daerah Kab. TTS, Kamis (13/8/2026).

Dengan start dan finish di Lapangan Umum Puspenmas, rute 9 KM ini menjadi napak tilas perjuangan dan ruang doa berjalan. Ini bukti bahwa semangat 1945 masih hidup di pelosok negeri.

Klasis Kota Soe dengan Nomor urut 27 hadir bukan semata sebagai lembaga gereja, melainkan sebagai warga bangsa. Barisan yang dipimpin Pdt. Yandres Sarkim, S.Th, diikuti para pelayan, majelis, dan jemaat ini tampil kompak dengan balutan seragam maroon, merah, hitam, dan putih.

Makna di balik seragam. Maroon: Darah pengorbanan. Mengingatkan pada para pahlawan dan panggilan untuk melayani dengan kasih yang menyala.
Merah pada Topi: Keberanian dan cinta Tanah Air. Merah Putih adalah jati diri.
Hitam pada Celana: Ketegasan iman dan disiplin. Kokoh berdiri di tengah tantangan zaman.
Putih pada Sepatu: Kesucian hati dan ketulusan mengabdi, melayani Negeri tanpa pamrih.

Sepanjang jalan, gema yel-yel menggema:“ONE HEART, ONE TEAM, ONE LOVE… YES, YES, MERDEKA!!!”. Itu adalah pengakuan iman bahwa perbedaan tidak memisahkan, tetapi mempersatukan untuk Indonesia.

Sekretaris Klasis Kota Soe, Alfred Snae, S.Th, S.Pd.K menyampaikan:
“Kami bersyukur bisa ambil bagian dalam gerak jalan 9 KM ini. Bagi kami, kemerdekaan adalah anugerah Tuhan yang harus dirawat bersama. Melalui semangat One Heart, One Team, One Love, Klasis Kota Soe ingin menunjukkan bahwa gereja hadir bukan hanya untuk pelayanan rohani, tetapi juga mendukung penuh program pemerintah dalam membangun persatuan, kebangsaan, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten TTS. Kiranya langkah kecil ini menjadi berkat besar untuk Indonesia,” tegas Alfred.

Di usia RI ke-81, Klasis Kota Soe membuktikan bahwa dari gereja pun lahir nasionalisme. Dari mimbar pun lahir pengabdian. Dari langkah kecil 9 KM pun lahir cinta besar untuk Indonesia.

 

 #Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81#
@Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju@
*Klasis Kota Soe: One Heart, One Team, One Love… Yes, Yes, Merdeka*

Jembatan Merah Putih Presisi Cibarengkok Diresmikan, Bukti Nyata Kolaborasi TNI-Polri dan Pemerintah

Dokumentasi Mediaistana.com

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Meddiaistana.com
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Cibarengkok di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mendapat apresiasi tinggi. Kehadiran jembatan tersebut dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Kamis,13/08/2026.

Ucapan terima kasih disampaikan setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Cibarengkok yang diharapkan semakin memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

Apresiasi juga diberikan kepada Kapolri, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), serta seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah berkontribusi dalam mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur, termasuk di Kabupaten Bogor.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Cibarengkok tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

Dengan hadirnya jembatan tersebut, mobilitas warga diharapkan semakin mudah, sekaligus membuka peluang untuk mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus dipertahankan agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Jembatan Merah Putih Presisi Cibarengkok pun menjadi simbol bahwa sinergi dan kerja bersama dapat menghadirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Klasis Kota Soe: Dari Gereja Untuk Indonesia, Berjalan 9 KM Rayakan HUT RI Ke-81

0

Mediaistana,com. SOE, TTS – Dari ujung timur Indonesia, di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Klasis Kota Soe turut mengumandangkan semangat kemerdekaan. Ribuan langkah iman dan kebangsaan menyatu dalam Lomba Gerak Jalan 9 KM peringatan HUT RI ke-81 yang digelar Pemerintah Daerah Kab. TTS, Kamis (13/8/2026).

Dengan start dan finish di Lapangan Umum Puspenmas, rute 9 KM ini menjadi napak tilas perjuangan dan ruang doa berjalan. Ini bukti bahwa semangat 1945 masih hidup di pelosok negeri.

Klasis Kota Soe dengan Nomor urut 27 hadir bukan semata sebagai lembaga gereja, melainkan sebagai warga bangsa. Barisan yang dipimpin Pdt. Yandres Sarkim, S.Th, diikuti para pelayan, majelis, dan jemaat ini tampil kompak dengan balutan seragam maroon, merah, hitam, dan putih.

Makna di balik seragam. Maroon: Darah pengorbanan. Mengingatkan pada para pahlawan dan panggilan untuk melayani dengan kasih yang menyala.
Merah pada Topi: Keberanian dan cinta Tanah Air. Merah Putih adalah jati diri.
Hitam pada Celana: Ketegasan iman dan disiplin. Kokoh berdiri di tengah tantangan zaman.
Putih pada Sepatu: Kesucian hati dan ketulusan mengabdi, melayani Negeri tanpa pamrih.

Sepanjang jalan, gema yel-yel menggema:“ONE HEART, ONE TEAM, ONE LOVE… YES, YES, MERDEKA!!!”. Itu adalah pengakuan iman bahwa perbedaan tidak memisahkan, tetapi mempersatukan untuk Indonesia.

Sekretaris Klasis Kota Soe, Alfred Snae, S.Th, S.Pd.K menyampaikan:
“Kami bersyukur bisa ambil bagian dalam gerak jalan 9 KM ini. Bagi kami, kemerdekaan adalah anugerah Tuhan yang harus dirawat bersama. Melalui semangat One Heart, One Team, One Love, Klasis Kota Soe ingin menunjukkan bahwa gereja hadir bukan hanya untuk pelayanan rohani, tetapi juga mendukung penuh program pemerintah dalam membangun persatuan, kebangsaan, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten TTS. Kiranya langkah kecil ini menjadi berkat besar untuk Indonesia,” tegas Alfred.

Di usia RI ke-81, Klasis Kota Soe membuktikan bahwa dari gereja pun lahir nasionalisme. Dari mimbar pun lahir pengabdian. Dari langkah kecil 9 KM pun lahir cinta besar untuk Indonesia.

 

#Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81#
@Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju@
*Klasis Kota Soe: One Heart, One Team, One Love… Yes, Yes, Merdeka*

APTAKSINDO-PERJASI Tetapkan Ketum 2026-2031, Munas III Desak LPJK Perkuat Kembali Peran Asosiasi

0
MEDIAISTANA.COM | SURABAYA — Musyawarah Nasional (Munas) III Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (BPN APTAKSINDO) dan Asosiasi Perkumpulan Rekanan Jasa Konstruksi Indonesia (PERJASI) Tahun 2026 resmi tuntas digelar di Hotel Leedon & Suites, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, Rabu-Kamis, 12-13 Agustus 2026.

Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri”, Munas III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja APTAKSINDO serta PERJASI untuk lima tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pendiri, Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Biro Pengadaan Barang/Jasa, direktur rumah sakit, dekan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, serta jajaran pengurus BPN dan asosiasi jasa konstruksi.

Ketua Pelaksana Munas III, Mohammad Syarifudin Abdillah, SH., MH, menyampaikan bahwa forum nasional tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan dan peran organisasi dalam pembangunan nasional.

“Dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan kerja nyata, APTAKSINDO dan PERJASI siap menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional. Bersatu dalam visi, berkarya dalam aksi, untuk negeri,” ujarnya.

EMPAT AGENDA STRATEGIS MUNAS

Selama dua hari pelaksanaan, Munas III membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Agenda tersebut meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus pusat periode sebelumnya, penyempurnaan AD/ART agar selaras dengan UU Ormas dan regulasi sektor jasa konstruksi, perumusan program kerja serta rekomendasi organisasi, dan pemilihan sekaligus penetapan kepengurusan baru BPN APTAKSINDO dan BPN PERJASI periode 2026-2031.

Forum kemudian menetapkan kepengurusan baru untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.

Husin Hasan Ali, S.E. ditetapkan sebagai Ketua Umum BPN APTAKSINDO periode 2026-2031, sedangkan H. Ir. Supai M Noor, M.M. ditetapkan sebagai Ketua Umum BPN PERJASI periode 2026-2031.

Abdillah menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua umum terpilih dan berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi semakin solid, profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor jasa konstruksi nasional.

DESAK LPJK KEMBALIKAN FUNGSI PEMBINAAN ASOSIASI

Salah satu poin penting yang menjadi rekomendasi Munas III adalah permintaan kepada LPJK Pusat agar mengembalikan dan memperkuat fungsi asosiasi, baik asosiasi badan usaha maupun asosiasi profesi, sebagai bagian penting dalam pembinaan anggotanya.

Menurut Abdillah, asosiasi memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kondisi, kebutuhan dan persoalan yang dihadapi para pelaku jasa konstruksi di lapangan.

“BPN APTAKSINDO dan BPN PERJASI meminta kepada LPJK Pusat untuk mengembalikan fungsi asosiasi sebagai garda terdepan pembinaan. Asosiasi yang paling tahu kondisi, kebutuhan, dan tantangan di lapangan,” tegasnya.

Ia menilai penguatan fungsi pembinaan asosiasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme perusahaan, serta tata kelola sektor jasa konstruksi.

TIGA REKOMENDASI STRATEGIS UNTUK PEMERINTAH PUSAT

Munas III juga menampung berbagai aspirasi daerah, termasuk hasil Expo Konstruksi Jatim 2026 dan masukan dari peserta.

Sedikitnya terdapat tiga persoalan strategis yang akan dirumuskan menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.

Pertama, kenaikan harga material pokok, seperti semen, aspal dan BBM, yang dinilai berdampak langsung terhadap biaya pelaksanaan proyek.

Kedua, penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) nasional agar lebih realistis dan mampu menyesuaikan dengan kondisi harga serta kebutuhan di lapangan.

Ketiga, penguatan dukungan terhadap UMKM konstruksi agar dapat naik kelas dan memiliki kemampuan bersaing dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

“Ketiga isu ini adalah PR bersama. Kami berharap Pemerintah dapat segera merespons agar iklim usaha jasa konstruksi semakin sehat,” jelas Syarifudin.

SIAP PERKUAT SDM MELALUI KERJA SAMA BNSP DAN LSP

Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, BPN APTAKSINDO juga akan mendorong kerja sama dengan BNSP dan LSP, khususnya di bidang pertambangan Galian C.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja konstruksi dan pertambangan yang memiliki kompetensi, sertifikasi, profesionalisme dan daya saing.

“Kerja sama ini untuk mempersiapkan tenaga kerja konstruksi dan pertambangan yang bersertifikat kompetensi, profesional, dan siap bersaing. Ini langkah nyata kami mendukung Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

APRESIASI UNTUK SELURUH PIHAK

Atas nama panitia pelaksana, Abdillah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada R. Mohammad Ali selaku Dewan Pendiri APTAKSINDO dan PERJASI atas bimbingan serta dukungan selama proses pelaksanaan Munas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Ketua LPJK Dr. Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, para kepala dinas Pemprov Jawa Timur, direktur rumah sakit, Dekan Fakultas Teknik Unesa, Ketua Kadin Jawa Timur, seluruh sponsor, serta pihak Hotel Leedon & Suites.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkas Abdillah.

Dengan berakhirnya Munas III, APTAKSINDO dan PERJASI diharapkan mampu menjalankan kepengurusan baru secara solid, menyempurnakan AD/ART yang adaptif, serta mengawal rekomendasi strategis bagi kemajuan dunia jasa konstruksi Indonesia.

Semangat “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri” diharapkan tidak berhenti sebagai tema Munas, tetapi menjadi komitmen bersama untuk memperkuat profesionalisme, kompetensi, pembinaan dan kontribusi nyata sektor konstruksi bagi pembangunan nasional.

MediaIstana.com — Berani, Tegas & Aktual

Panglima TNI Hadiri Peluncurkan Motor Listrik Nasional oleh Presiden RI

0

Panglima TNI Hadiri Peluncurkan Motor Listrik Nasional oleh Presiden RI

Jakarta -MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wapang TNI dan para Kepala Staf Angkan menghadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan MoLiNas merupakan wujud kolaborasi berbagai unsur bangsa dalam membangun kemandirian nasional. Sinergi sektor swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi dinilai penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia menguasai dan mengembangkan sains serta teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden Prabowo.

Kehadiran Panglima TNI merupakan bentuk dukungan TNI terhadap penguatan industri nasional, kemandirian teknologi, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

HAMDAN ❤️

APTAKSINDO-PERJASI Tetapkan Ketum 2026-2031, Munas III Desak LPJK Perkuat Kembali Peran Asosiasi

0
MEDIAISTANA.COM | SURABAYA – Musyawarah Nasional (Munas) III Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (BPN APTAKSINDO) dan Asosiasi Perkumpulan Rekanan Jasa Konstruksi Indonesia (PERJASI) Tahun 2026 resmi tuntas digelar di Hotel Leedon & Suites, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya, Rabu-Kamis, 12-13 Agustus 2026.

Mengusung tema “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri”, Munas III menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja APTAKSINDO serta PERJASI untuk lima tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pendiri, Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Biro Pengadaan Barang/Jasa, direktur rumah sakit, dekan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, serta jajaran pengurus BPN dan asosiasi jasa konstruksi.

Ketua Pelaksana Munas III, Mohammad Syarifudin Abdillah, SH., MH, menyampaikan bahwa forum nasional tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat persatuan dan peran organisasi dalam pembangunan nasional.

“Dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan kerja nyata, APTAKSINDO dan PERJASI siap menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional. Bersatu dalam visi, berkarya dalam aksi, untuk negeri,” ujarnya.

EMPAT AGENDA STRATEGIS MUNAS

Selama dua hari pelaksanaan, Munas III membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Agenda tersebut meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus pusat periode sebelumnya, penyempurnaan AD/ART agar selaras dengan UU Ormas dan regulasi sektor jasa konstruksi, perumusan program kerja serta rekomendasi organisasi, dan pemilihan sekaligus penetapan kepengurusan baru BPN APTAKSINDO dan BPN PERJASI periode 2026-2031.

Forum kemudian menetapkan kepengurusan baru untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.

Husin Hasan Ali, S.E. ditetapkan sebagai Ketua Umum BPN APTAKSINDO periode 2026-2031, sedangkan H. Ir. Supai M Noor, M.M. ditetapkan sebagai Ketua Umum BPN PERJASI periode 2026-2031.

Abdillah menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua umum terpilih dan berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi semakin solid, profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor jasa konstruksi nasional.

DESAK LPJK KEMBALIKAN FUNGSI PEMBINAAN ASOSIASI

Salah satu poin penting yang menjadi rekomendasi Munas III adalah permintaan kepada LPJK Pusat agar mengembalikan dan memperkuat fungsi asosiasi, baik asosiasi badan usaha maupun asosiasi profesi, sebagai bagian penting dalam pembinaan anggotanya.

Menurut Abdillah, asosiasi memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kondisi, kebutuhan dan persoalan yang dihadapi para pelaku jasa konstruksi di lapangan.

“BPN APTAKSINDO dan BPN PERJASI meminta kepada LPJK Pusat untuk mengembalikan fungsi asosiasi sebagai garda terdepan pembinaan. Asosiasi yang paling tahu kondisi, kebutuhan, dan tantangan di lapangan,” tegasnya.

Ia menilai penguatan fungsi pembinaan asosiasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme perusahaan, serta tata kelola sektor jasa konstruksi.

TIGA REKOMENDASI STRATEGIS UNTUK PEMERINTAH PUSAT

Munas III juga menampung berbagai aspirasi daerah, termasuk hasil Expo Konstruksi Jatim 2026 dan masukan dari peserta.

Sedikitnya terdapat tiga persoalan strategis yang akan dirumuskan menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.

Pertama, kenaikan harga material pokok, seperti semen, aspal dan BBM, yang dinilai berdampak langsung terhadap biaya pelaksanaan proyek.

Kedua, penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) nasional agar lebih realistis dan mampu menyesuaikan dengan kondisi harga serta kebutuhan di lapangan.

Ketiga, penguatan dukungan terhadap UMKM konstruksi agar dapat naik kelas dan memiliki kemampuan bersaing dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

“Ketiga isu ini adalah PR bersama. Kami berharap Pemerintah dapat segera merespons agar iklim usaha jasa konstruksi semakin sehat,” jelas Syarifudin.

SIAP PERKUAT SDM MELALUI KERJA SAMA BNSP DAN LSP

Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, BPN APTAKSINDO juga akan mendorong kerja sama dengan BNSP dan LSP, khususnya di bidang pertambangan Galian C.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja konstruksi dan pertambangan yang memiliki kompetensi, sertifikasi, profesionalisme dan daya saing.

“Kerja sama ini untuk mempersiapkan tenaga kerja konstruksi dan pertambangan yang bersertifikat kompetensi, profesional, dan siap bersaing. Ini langkah nyata kami mendukung Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

APRESIASI UNTUK SELURUH PIHAK

Atas nama panitia pelaksana, Abdillah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada R. Mohammad Ali selaku Dewan Pendiri APTAKSINDO dan PERJASI atas bimbingan serta dukungan selama proses pelaksanaan Munas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Ketua LPJK Dr. Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, para kepala dinas Pemprov Jawa Timur, direktur rumah sakit, Dekan Fakultas Teknik Unesa, Ketua Kadin Jawa Timur, seluruh sponsor, serta pihak Hotel Leedon & Suites.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkas Abdillah.

Dengan berakhirnya Munas III, APTAKSINDO dan PERJASI diharapkan mampu menjalankan kepengurusan baru secara solid, menyempurnakan AD/ART yang adaptif, serta mengawal rekomendasi strategis bagi kemajuan dunia jasa konstruksi Indonesia.

Semangat “Bersatu, Berkarya, Membangun Negeri” diharapkan tidak berhenti sebagai tema Munas, tetapi menjadi komitmen bersama untuk memperkuat profesionalisme, kompetensi, pembinaan dan kontribusi nyata sektor konstruksi bagi pembangunan nasional.

MediaIstana.com — Berani Tegas & Aktual

Bukan Cuma Bikin Merinding, “Harusnya Horror” Justru Siapkan Air Mata

0

JAKARTA, Mediaistana.com — Jangan buru-buru mengira “Harusnya Horror” hanya akan menjadi tontonan penuh teror, Film terbaru produksi Ess Jay Pictures ini justru memainkan kejutan dengan menjadikan kelucuan, kekacauan, dan dinamika persahabatan sebagai pintu masuk menuju cerita yang lebih emosional.

Film yang dijadwalkan hadir serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026 tersebut menjadi debut layar lebar Reza “Arap” Oktovian sebagai sutradara, Menariknya, Reza tidak berdiri sendiri,Ia membawa delapan personel AAAClan untuk menjalani debut mereka di layar lebar sekaligus menjadi bagian penting dari cerita.

“Harusnya Horror” mengikuti kehidupan para content creator yang akrab dengan ambisi mengejar perhatian publik, Dunia konten digital, keinginan menjadi viral, dan tuntutan menghasilkan sesuatu yang menarik menjadi bumbu yang membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan generasi saat ini.

Namun, di balik kelucuan dan situasi absurd yang ditawarkan, film ini perlahan mengubah arah emosinya, Persahabatan diuji oleh persoalan yang tidak sederhana, termasuk kehilangan, pengkhianatan dan keputusan untuk berkorban demi orang-orang yang dianggap penting.

Pendekatan tersebut membuat unsur horor dalam film bukan satu-satunya daya tarik,Komedi menjadi pemancing tawa, sementara drama persahabatan menjadi lapisan cerita yang perlahan membawa penonton menuju konsekuensi emosional.

Bagi Reza, proyek ini juga menyimpan kenangan tersendiri karena menjadi bagian dari perjalanan produksi yang turut melibatkan almarhumah Lula Lahfah,Kehadiran kenangan tersebut memberikan dimensi personal di balik proses lahirnya film.

Delapan anggota AAAClan yang menjalani debut layar lebar melalui film ini adalah George Tiersom (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Deretan pemeran lainnya turut memperkuat cerita, antara lain Reymavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarn, Malka Rafasya, serta Yoshua Marcellos yang tampil secara khusus.

Dari jajaran produksi, film ini diproduseri Sridhar Jetty, dengan Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser dan David S. Suwarto sebagai produser eksekutif.

Dengan mengawinkan horor, komedi dan drama persahabatan, “Harusnya Horror” mencoba menawarkan pengalaman yang tidak berhenti pada pertanyaan tentang siapa yang akan membuat penonton takut.

Sebab, setelah tawa dan kekacauan berlalu, film ini justru mengajak penonton berhadapan dengan satu hal yang jauh lebih dekat: arti kehilangan dan seberapa jauh seseorang bersedia berkorban untuk sahabatnya.

“Harusnya Horror” mulai menyapa penonton di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

1.700 Warga Bogor Jadi Pasukan Padat Karya, Digaji Rp1,2 Juta untuk Rawat Fasilitas Publik

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar program Padat Karya yang melibatkan ribuan masyarakat. Program tersebut resmi dimulai pada Kamis (13/08/2026) dan menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan stimulus kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja. 

Menariknya, sejumlah peserta program Padat Karya tahun ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk eks sopir angkot dan pengamen yang sebelumnya kehilangan atau tidak lagi memiliki pekerjaan tetap. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, program Padat Karya merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Selain memberikan kesempatan kerja sementara, program tersebut juga diarahkan untuk membantu menjaga kondisi fasilitas publik di lingkungan masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari stimulus untuk para pencari kerja. Program ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun,” ujar Jenal. Tahun ini, Pemkot Bogor melibatkan sebanyak 1.700 peserta yang berasal dari enam kecamatan dan 68 kelurahan di Kota Bogor.

Para peserta nantinya disebar di masing-masing wilayah untuk membantu melakukan pemeliharaan berbagai fasilitas umum. Pekerjaan tersebut mencakup pemeliharaan lingkungan, drainase, jalan hingga trotoar yang membutuhkan penanganan agar kembali berfungsi dengan baik.

“Mereka kami sebar di masing-masing wilayah, untuk menjaga fasilitas publik, menjaga fungsi fasilitas umum, drainase, jalan, trotoar agar kembali seperti semula,” katanya.

Program Padat Karya tersebut akan berlangsung selama 10 hari. Setiap peserta mendapatkan upah sebesar Rp1,2 juta selama mengikuti kegiatan. Dengan adanya program ini, Pemkot Bogor berharap masyarakat yang tengah mencari pekerjaan dapat memperoleh penghasilan sekaligus berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan, kenyamanan dan fungsi fasilitas publik di wilayah masing-masing.

Selain menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat, Padat Karya juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan serta membantu pemerintah dalam menjaga fasilitas umum agar tetap layak digunakan masyarakat.