Beranda blog Halaman 71

Stafsus Menhan Lenis Kogoya Minta TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan dan Tinggalkan Wamena

0

Stafsus Menhan Lenis Kogoya Minta TPNPB-OPM Hentikan Kekerasan dan Tinggalkan Wamena

Jakarta -MEDIA ISTANA,Jakarta – Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya, merilis pernyataan tegas yang ditujukan kepada juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, beserta seluruh pasukannya di Tanah Papua. Lenis memberikan ultimatum agar kelompok tersebut segera menghentikan segala bentuk aksi kekerasan terhadap warga sipil dan mengosongkan wilayah Wamena serta sekitarnya.

Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi politik dan tindakan kekerasan di Papua dalam beberapa waktu terakhir. Lenis menyoroti rentetan aksi intimidasi, penganiayaan, hingga pembunuhan terhadap warga sipil, guru, misionaris, dan penginjil, serta aksi pembakaran fasilitas sekolah.

“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan,” ujar Lenis Kogoya dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).

Dalam seruannya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tanah Papua ini menetapkan tiga poin utama yang wajib dipatuhi oleh TPNPB-OPM:

Setop Isu Negatif dan Ancaman: Menghentikan penyebaran isu-isu provokatif di media massa serta menghentikan ancaman pembunuhan terhadap rakyat sipil dan pemerintah daerah.

Kosongkan Wilayah Wamena: Segera keluar dari ibu kota Wamena dan sekitarnya agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Hentikan Kekerasan Antarwarga: Menghentikan segala bentuk aksi kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap sesama Orang Asli Papua (OAP) maupun warga sipil lainnya.

Lenis menegaskan bahwa mandat adat dari tujuh wilayah adat di Papua serta aturan konstitusi menugaskan dirinya untuk melindungi masyarakat sipil dan mempertahankan keutuhan NKRI. Ia memperingatkan, apabila ketiga poin ultimatum tersebut tidak diindahkan, para pemilik hak ulayat dan masyarakat adat akan berkumpul untuk mengambil sikap tegas.

“Jika tiga poin ini tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar Anda sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar, sesuai firman Tuhan untuk saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lenis mengingatkan rekam jejaknya yang konsisten membela masyarakat Papua, termasuk perannya dalam menolak pelabelan teroris bagi OPM demi keselamatan warga sipil di perkotaan maupun pedalaman. Oleh karena itu, ia meminta TPNPB-OPM tidak mengacaukan situasi keamanan di tanah lahirnya, wilayah La Pago.

Menutup keterangannya, Lenis mengimbau seluruh masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago, dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu-isu keamanan yang beredar. Ia memastikan bahwa pemerintah bersama para tokoh adat berkomitmen menjaga situasi agar pembangunan, pelayanan publik, dan aktivitas warga dapat terus berjalan dengan aman dan damai.

HAMDAN ❤️

TPP Bukan Sekadar Angka, Gubernur Hendrik Lewerissa Mendengar Denyut Kehidupan ASN

0

Editorial Redaksj

Selasa, (11/8/2026)Ada angka yang terlihat sederhana dalam lembar administrasi pemerintahan, tetapi di balik angka itu tersimpan kehidupan banyak manusia.

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) adalah salah satunya Bagi birokrasi, TPP mungkin merupakan bagian dari komponen penghasilan yang harus dihitung, diverifikasi, dianggarkan dan dibayarkan sesuai mekanisme. Tetapi bagi seorang ASN, TPP memiliki wajah yang jauh lebih manusiawi.

Di baliknya ada seorang ibu yang memikirkan kebutuhan rumah tangga.Ada seorang ayah yang menghitung biaya pendidikan anak.Ada keluarga yang menunggu untuk membayar kebutuhan sehari-hari.Ada pula berbagai kewajiban yang tidak bisa ditunda hanya karena proses administrasi belum selesai.

Karena itu, keresahan ASN terhadap TPP tidak boleh dipandang sebelah mata.Dan di sinilah sikap Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa patut mendapat perhatian.Gubernur tidak memilih untuk menutup telinga.

Ia tidak menganggap keresahan ASN sebagai persoalan kecil.Sebaliknya, suara itu didengar dan ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses penyelesaian persoalan TPP.

Inilah wajah kepemimpinan yang memahami bahwa di balik setiap kebijakan pemerintah selalu ada manusia yang merasakan dampaknya.Keseriusan yang Tidak Berhenti pada Simpati Namun keseriusan seorang pemimpin tidak cukup hanya ditunjukkan dengan rasa prihatin.

Keseriusan harus diwujudkan melalui kerja.Dan dalam persoalan TPP, pemerintah tidak hanya berhadapan dengan kebutuhan ASN, tetapi juga dengan aturan pengelolaan keuangan daerah dan kemampuan fiskal yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Maluku.Karena itu, kehati-hatian pemerintah bukan berarti ketidakpedulian.

Justru sebaliknya.Ketika uang yang dikelola adalah uang rakyat, setiap keputusan harus diambil dengan penuh tanggung jawab.

Gubernur Hendrik Lewerissa berada pada posisi yang tidak mudah.Di satu sisi, ada hak dan kebutuhan ASN yang harus diperhatikan.Di sisi lain, ada kewajiban pemerintah untuk memastikan setiap rupiah dibayarkan sesuai mekanisme, kemampuan keuangan daerah, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di antara dua kepentingan itulah seorang gubernur harus berdiri.Bukan mencari alasan.Bukan saling menyalahkan.Tetapi mencari jalan keluar.Pemimpin yang Mendengar adalah Pemimpin yang Hadir Sering kali masyarakat menilai kehadiran seorang pemimpin hanya dari apa yang terlihat di depan mata.

Padahal, ada bentuk kehadiran yang jauh lebih penting: kesediaan untuk mendengar.Mendengar keluhan ASN.Mendengar kegelisahan keluarga mereka.Mendengar persoalan yang terjadi di dalam birokrasi.Kemudian menjadikan suara itu sebagai bahan untuk mengambil keputusan.

Sikap seperti inilah yang sedang ditunjukkan Gubernur Hendrik Lewerissa.Ia memahami bahwa ASN bukan sekadar angka dalam daftar pegawai.ASN adalah manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan, harapan, dan tanggung jawab kehidupan.

Maka ketika pemerintah mengatakan bahwa keresahan ASN didengar, kalimat itu semestinya dibaca sebagai bentuk komitmen bahwa persoalan tersebut tidak dibiarkan berjalan tanpa perhatian.

Tidak Mudah Mengelola Pemerintahan Kita perlu jujur mengakui bahwa mengelola pemerintahan daerah bukan pekerjaan sederhana.

Ada begitu banyak kebutuhan yang harus dibiayai.Ada pendidikan.Ada kesehatan.Ada infrastruktur.Ada pelayanan publik.Ada pembangunan antarpulau.Ada kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.Dan tentu saja ada kesejahteraan aparatur yang juga harus menjadi perhatian.

Semua itu harus berjalan dalam ruang fiskal yang memiliki keterbatasan.Karena itu, keputusan pemerintah tidak boleh lahir dari tekanan sesaat.

Seorang gubernur harus menghitung hari ini sekaligus memikirkan hari esok.Apa yang diputuskan hari ini harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat di kemudian hari.

Di sinilah keseriusan Gubernur Hendrik Lewerissa diuji. Dan keseriusan itu terlihat dari pilihan untuk tidak mengabaikan persoalan, tetapi berupaya mencari penyelesaian yang benar.

ASN Tetap Melayani, Pemerintah Tetap Bekerja Di tengah proses penyelesaian TPP, ada satu pesan yang juga penting: pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti.

ASN tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik.Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari persoalan administrasi pemerintahan.

Pada saat yang sama, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak aparatur mendapatkan perhatian dan penyelesaian.

Hubungan antara pemerintah dan ASN bukan hubungan saling berhadapan.Keduanya berada dalam satu rumah besar bernama pelayanan publik.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan pertentangan, melainkan komunikasi.Bukan saling menuduh, melainkan saling memahami.Dan bukan kegaduhan, melainkan kerja nyata.Gubernur Tidak Menjanjikan Jalan yang Mudah, Tetapi Mencari Jalan yang Benar

Di tengah derasnya kritik dan tuntutan, seorang pemimpin terkadang tergoda mengambil keputusan yang paling mudah untuk meredakan keadaan.Namun pemerintahan tidak boleh dibangun hanya dengan keputusan yang mudah.

Pemerintahan harus dibangun dengan keputusan yang benar, legal, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Itulah sebabnya sikap Gubernur Hendrik Lewerissa untuk memastikan penyelesaian TPP tetap memperhatikan mekanisme, kemampuan keuangan daerah dan ketentuan hukum merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinan.

Boleh jadi jalan yang ditempuh tidak selalu cepat.Tetapi yang terpenting adalah pemerintah tidak berhenti berjalan.Keseriusan bukan selalu tentang seberapa cepat sebuah masalah selesai.

Keseriusan juga terlihat dari seberapa sungguh-sungguh seorang pemimpin menghadapi masalah itu.Dan di sinilah publik perlu memberikan ruang kepada gubernur untuk bekerja.

Di Balik TPP, Ada Wajah-Wajah yang Menunggu Pada akhirnya, jangan pernah melihat TPP hanya sebagai angka.Di balik angka itu ada wajah.Ada keluarga.Ada harapan.Ada kebutuhan.Ada kehidupan yang terus berjalan.

Karena itu, pemerintah perlu terus membuka komunikasi dan memberikan kepastian mengenai proses penyelesaiannya.

ASN pun perlu tetap menjaga profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara publik perlu memberikan pengawasan secara sehat agar proses berjalan transparan dan bertanggung jawab.

Sebab pemerintahan yang baik bukanlah pemerintahan yang tidak pernah menghadapi persoalan.

Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang berani mengakui adanya persoalan, mau mendengar suara yang terdampak, tidak lari dari tanggung jawab, dan bekerja sungguh-sungguh untuk mencari jalan keluar.

Gubernur Hendrik Lewerissa telah memilih untuk mendengar.Kini keseriusan itu harus terus dikawal dengan kerja dan komunikasi yang terbuka.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari seberapa indah sebuah pernyataan disampaikan.Keberhasilan diukur dari seberapa nyata keresahan dapat diubah menjadi kepastian.

Dan bagi para ASN yang sedang menunggu, pesan terpentingnya sederhana: Pemerintah mendengar. Pemerintah bekerja. Dan persoalan ini tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian.

Sebab di balik TPP memang ada angka.Tetapi jauh lebih penting dari angka itu, ada keluarga yang menunggu, ada pengabdian yang harus dihargai, dan ada tanggung jawab pemerintah yang harus ditunaikan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Probolinggo berkolaborasi dengan Robotku School SMPN 1 Kraksaan

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Sebanyak 50 siswa SMP Negeri 1 Kraksaan mengikuti pelatihan robotik dan mini workshop di SICC, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo dan didampingi langsung oleh para guru mata pelajaran IPA dan TIK.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program SEKOLAH LITERASI Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Program ini bertujuan memperluas makna literasi, tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengenalkan dasar mekanik, elektronika, dan pemrograman sebagai bekal keterampilan abad 21 bagi siswa SMP.

Sepanjang kegiatan, suasana kelas terlihat sangat aktif. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi 1-2 guru yang bertugas membimbing proses perakitan sekaligus memastikan keselamatan saat menggunakan komponen elektronik.

Para guru tidak hanya berperan sebagai pengawas. Mereka ikut menjelaskan konsep yang sulit, memfasilitasi diskusi, dan membantu siswa saat menghadapi kendala teknis.

Guru di sini bukan hanya mengawasi. Kami ikut belajar bersama siswa, mulai dari merangkai sensor sampai menginput coding ke Micro:bit. Jadi ilmunya bisa kami teruskan ke pembelajaran di kelas, ujar salah satu guru pendamping.

Dalam praktiknya, siswa belajar merakit komponen fisik robot mulai dari sensor jarak, sensor cahaya, motor DC, roda, hingga rangka. Setelah perakitan selesai, siswa langsung memprogram robot menggunakan perangkat Arduino dan Micro:bit agar dapat bergerak dan merespons perintah sesuai tantangan yang diberikan.

Tiga Materi Inti Pelatihan:
1. Mekanika Dasar: Siswa mengenal struktur robot, fungsi roda, gear, dan teknik merakit rangka agar stabil.
2. Elektronika & Sensor: Praktik menyambung kabel, memasang baterai, serta menguji fungsi sensor jarak dan cahaya.
3. Pemrograman (Coding): Menulis logika sederhana di laptop. Kode yang dibuat berfungsi mengatur gerak maju, mundur, belok, dan mendeteksi halangan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sengaja menerapkan pendekatan guru mendampingi agar transfer ilmu tidak berhenti setelah kegiatan satu hari ini. Guru diharapkan bisa menjadi agen penerus yang mengintegrasikan robotik ke pembelajaran di sekolah.

Tiga Dampak Utama yang Diharapkan:
1. Berpikir Kritis: Siswa terlatih memecahkan masalah dan melakukan debugging saat robot tidak berjalan sesuai perintah.
2. Kreativitas: Dengan bimbingan guru, siswa didorong memodifikasi desain robot agar memiliki fungsi baru yang inovati
3. Kerja Sama Tim: Dalam kelompok, siswa belajar membagi peran antara yang merakit, yang coding, dan yang menguji. Guru membantu mengatur dinamika tim.

Kepala SMPN 1 Kraksaan mengapresiasi penuh program ini. Menurutnya pelatihan robotik sangat relevan untuk menumbuhkan minat siswa pada bidang STEM dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah. Tujuannya agar literasi di Probolinggo berkembang menjadi literasi sains, teknologi, dan inovasi.

PKL KEMBALI KUASAI TROTOAR CIPONDOH, SATPOL PP DIPERTANYAKAN: PENERTIBAN GAGAL ATAU PENGAWASAN YANG LEMAH

0
Oplus_131072

MEDIAISTANA.COM – TANGERANG — 11 Agustus 2026 – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kembali menggunakan trotoar dan sejumlah ruang publik di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kembali menjadi sorotan masyarakat. Kawasan Poris Plawad Utara, Sipon hingga GOR Gondrong menjadi titik yang mendapat perhatian menyusul kembali terlihatnya aktivitas perdagangan di ruang yang semestinya dapat digunakan masyarakat.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penertiban dan pengawasan pemerintah. Sebab, persoalan PKL di sejumlah kawasan tersebut bukan perkara baru. Pemerintah sebelumnya telah melakukan sosialisasi, pembinaan dan penertiban. Namun, apabila aktivitas serupa kembali muncul, publik berhak mempertanyakan apa yang dilakukan setelah petugas meninggalkan lokasi.

Jika penertiban sudah dilakukan, mengapa persoalan yang sama kembali berulang?

Pertanyaan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat.

Kawasan Sipon sebelumnya telah menjadi sasaran penertiban oleh jajaran Satpol PP Kota Tangerang. Begitu pula kawasan GOR Gondrong yang pernah mendapat penanganan terkait aktivitas PKL melalui pendekatan persuasif, sosialisasi dan penertiban. Namun, munculnya kembali aktivitas perdagangan di ruang publik menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Dalam perspektif pengawasan, keberhasilan penertiban tidak semata-mata diukur dari jumlah personel yang diturunkan atau aktivitas penertiban pada hari pelaksanaan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah kondisi kawasan tetap tertib setelah operasi selesai.

Jika aktivitas kembali muncul, pemerintah perlu menjelaskan bagaimana pengawasan pascapenertiban dilakukan, berapa jumlah PKL yang telah didata, bagaimana proses pembinaan berjalan, serta langkah apa yang diterapkan terhadap pelanggaran yang kembali terjadi.

Kembali munculnya PKL juga tidak serta-merta membuktikan adanya pembiaran oleh aparat. Kesimpulan tersebut membutuhkan bukti dan klarifikasi resmi. Namun, kondisi lapangan tetap menjadi alasan yang sah bagi masyarakat untuk meminta penjelasan.

Publik berhak mengetahui apakah persoalan disebabkan keterbatasan personel, belum tersedianya lokasi penataan, pedagang yang kembali secara mandiri, lemahnya koordinasi, atau faktor lainnya. Pemerintah perlu menjawab berdasarkan data dan fakta agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

Persoalan penggunaan trotoar juga tidak boleh dilihat hanya dari sisi keberadaan PKL. Trotoar merupakan fasilitas bagi pejalan kaki. Ketika ruang tersebut digunakan untuk aktivitas perdagangan yang menghambat akses pedestrian, maka hak masyarakat atas fasilitas publik ikut dipertaruhkan.

Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memperhatikan kondisi ekonomi para pedagang. Karena itu, solusi tidak cukup berupa penertiban semata. Pemerintah perlu memastikan adanya pendataan, pembinaan, penataan dan pengawasan yang berkelanjutan.

Pedagang membutuhkan kepastian tempat berusaha, sementara masyarakat membutuhkan kepastian bahwa fasilitas publik tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Di sinilah efektivitas Satpol PP dipertanyakan. Bukan untuk menyerang institusi, melainkan untuk menguji konsistensi penegakan aturan di lapangan.

Wibawa penegakan aturan tidak ditentukan oleh seberapa sering operasi dilakukan, tetapi oleh seberapa konsisten ketertiban dapat dipertahankan setelah operasi selesai.

Masyarakat kini menunggu jawaban: berapa jumlah PKL yang terdata di Poris Plawad Utara, Sipon dan GOR Gondrong? Kapan terakhir dilakukan monitoring? Berapa kali penertiban dilakukan? Apakah terdapat pedagang yang kembali berjualan setelah ditertibkan? Bagaimana mekanisme pengawasan pascapenertiban? Apakah tersedia lokasi penataan atau relokasi? Dan apa langkah pemerintah terhadap pelanggaran yang berulang?

Pertanyaan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial dan kepentingan publik.

Jangan sampai persoalan PKL hanya menjadi siklus yang terus berulang:

DITERTIBKAN — BUBAR — PETUGAS PERGI — KEMBALI BERJUALAN — MASYARAKAT MENGELUH — DITERTIBKAN LAGI.

Jika pola tersebut terjadi terus-menerus, maka pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penataan dan pengawasan.

Media juga memberikan ruang kepada Satpol PP Kota Tangerang maupun Kecamatan Cipondoh untuk memberikan klarifikasi, data penertiban, hasil pengawasan dan langkah penanganan terbaru. Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, persoalan PKL di Poris Plawad Utara, Sipon dan GOR Gondrong menjadi ujian bagi konsistensi pemerintah dalam menjaga ketertiban ruang publik.

Masyarakat tidak meminta pedagang dimusuhi. Masyarakat juga tidak meminta aparat bertindak sewenang-wenang.

Yang dituntut adalah kepastian aturan, kepastian penataan, kepastian pengawasan dan kepastian penegakan.

Sebab ketika trotoar kembali dipenuhi aktivitas perdagangan setelah penertiban dilakukan, pertanyaan publik menjadi semakin tajam:

“SUDAH DITERTIBKAN, LALU SIAPA YANG MENGAWASI?”

TANGERANG MENUNGGU JAWABAN. CIPONDOH MENUNGGU PEMBUKTIAN. PUBLIK MENUNGGU KETERTIBAN YANG NYATA, BUKAN SEKADAR OPERASI.

RED David E,S.E.

1.850 Peserta Berebut Jadi Paskibraka Kabupaten Bogor 2026, Hanya 62 yang Terpilih

Dokumentasi Mediaistana.com

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Mediaistanacom
Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bogor 2026 bukanlah perjalanan yang bisa ditempuh secara instan. Dari sekitar 1.850 peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, hanya 62 orang yang akhirnya dinyatakan terpilih. Selasa. 11/08/2026.

Mereka harus melewati proses seleksi yang cukup panjang dan ketat. Mulai dari pengetahuan, kemampuan fisik, parade, hingga penilaian kepribadian menjadi bagian dari tahapan yang harus ditaklukkan para peserta.

Perjuangan tersebut bahkan telah dimulai sejak Februari 2026. Setelah dinyatakan lolos, para calon Paskibraka menjalani rutinitas latihan dan pembinaan secara disiplin setiap hari.

Aktivitas mereka dimulai sejak dini hari. Sekitar pukul 04.15 WIB, para calon Paskibraka sudah bangun untuk menjalankan ibadah, kemudian sarapan dan bersiap mengikuti rangkaian latihan hingga sore hari.

Latihan yang dijalani pun tidak sebatas kemampuan baris-berbaris. Kekuatan fisik, ketahanan mental, kekompakan tim, kepemimpinan atau leadership, hingga wawasan kebangsaan terus diberikan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Setiap gerakan, aba-aba, hingga sikap tubuh harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas secara teknis, para calon Paskibraka juga dipersiapkan agar memiliki mental, tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan.

Dari 62 anggota yang terpilih, sebanyak 60 orang akan menjalankan tugas di Kabupaten Bogor. Sementara itu, satu orang akan mewakili Jawa Barat dan satu lainnya berhasil menembus tingkat nasional.

Jumlah tersebut menjadi gambaran betapa ketatnya proses yang harus dilalui untuk mendapatkan posisi sebagai Paskibraka.

Pada 17 Agustus 2026 mendatang, masyarakat mungkin hanya akan menyaksikan beberapa menit ketika mereka menjalankan tugas mengibarkan atau menurunkan Sang Merah Putih dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, di balik momen singkat tersebut tersimpan perjuangan panjang. Ada latihan berbulan-bulan, bangun sebelum matahari terbit, menjaga kondisi fisik, mengasah mental, belajar bekerja dalam tim, serta menjalani berbagai pembinaan dengan penuh disiplin.

Mereka bukan sekadar barisan anak muda yang berdiri tegap di lapangan. Mereka adalah putra-putri terbaik yang telah melewati proses panjang untuk mengemban amanah membawa Merah Putih dalam upacara kemerdekaan.

Respect untuk seluruh calon Paskibraka Kabupaten Bogor 2026. Semoga seluruh rangkaian tugas berjalan lancar dan Merah Putih berkibar dengan sempurna pada HUT ke-81 Republik Indonesia.

GUBERNUR SUMUT LEPAS 1.179 ANGGOTA PRAMUKA MENUJU JAMNAS XII 2026 DI CIBUBUR

0

GUBERNUR SUMUT LEPAS 1.179 ANGGOTA PRAMUKA MENUJU JAMNAS XII 2026 DI CIBUBUR

MEDAN ( Mediaistana) — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas sebanyak 1.179 anggota Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Pelepasan Kontingen Sumatera Utara berlangsung di Terminal Penumpang Bandar Deli, Jalan Pelabuhan Lama I, Belawan, Medan, Selasa (11/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bobby berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Sumatera Utara serta memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kegiatan nasional.

“Buat bangga nama Sumatera Utara melalui Jamnas ini. Selain buat bangga Sumatera Utara, kalian juga nantinya akan membuat bangga keluarga,” ujar Bobby.

Bobby menyampaikan, 1.179 peserta yang diberangkatkan merupakan putra-putri terbaik Sumatera Utara. Karena itu, ia meminta seluruh peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas, tetapi juga menyerap berbagai pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi daerah.

“Kami percaya dari 1.179 orang yang akan berangkat ke Jamnas ini adalah putra-putri terbaik Sumatera Utara yang nantinya akan membawa Sumatera Utara ke arah yang lebih baik lagi,” katanya.

Selain mendorong peserta untuk meraih prestasi, Gubernur Bobby juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran selama perjalanan maupun selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas.

Hal tersebut menjadi perhatian karena perjalanan menuju Jakarta cukup panjang, khususnya bagi peserta yang menempuh perjalanan melalui jalur laut dan darat.

Bobby juga berpesan agar seluruh peserta saling menjaga dan memperkuat kekompakan selama berada jauh dari keluarga.

“Ketika nanti berada di luar daerah tetap menjaga kekompakan dan keguyuban, sehingga nanti kalian pulang dari Jamnas membawa ilmu yang bermanfaat untuk Sumatera Utara,” katanya.

Ia berharap para peserta dapat kembali ke Sumatera Utara dengan membawa pengalaman, ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama Jamnas untuk kemudian diterapkan di lingkungan masing-masing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara Dikky Anugerah mengatakan, Kontingen Sumatera Utara yang mengikuti Jamnas XII Tahun 2026 berjumlah 1.179 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 7 orang Kontingen Daerah dan 1.172 orang Kontingen Cabang.

Dikky menjelaskan, keberangkatan kontingen menuju Buperta Cibubur dilakukan melalui tiga jalur transportasi, yaitu laut, darat, dan udara.

Melalui jalur laut, sebanyak 384 orang dari enam Kwartir Cabang (Kwarcab) diberangkatkan pada 4 dan 11 Agustus 2026. Mereka berasal dari Kwarcab Medan, Binjai, Langkat, Batubara, Humbang Hasundutan, dan Tebingtinggi.

Sementara melalui jalur darat, sebanyak 461 orang dari 13 Kwarcab diberangkatkan pada 9 dan 10 Agustus 2026.

Adapun melalui jalur udara, sebanyak 334 orang diberangkatkan yang terdiri atas Kontingen Daerah dan sembilan Kwarcab.

“Seluruh kontingen telah dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas XII Tahun 2026 dengan membawa semangat kebersamaan, kemandirian, kreativitas, dan prestasi,” ujar Dikky.

Jambore Nasional XII Tahun 2026 akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan nasional Gerakan Pramuka tersebut mengusung tema:

“Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Menurut Dikky, tema tersebut menjadi penegasan terhadap peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan nasional.

Jamnas juga menjadi momentum bagi anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempererat persaudaraan, bertukar pengalaman, mengembangkan keterampilan, serta membangun karakter generasi muda.

“Kami berharap Kontingen Sumut tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu membawa nama baik daerah, mempererat persaudaraan dengan Pramuka dari seluruh Indonesia, serta pulang membawa pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan prestasi untuk Sumatera Utara,” kata Dikky.

Pelepasan Kontingen Sumatera Utara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Mahfullah Pratama Daulay, Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan Yusrizal, Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Belawan Didi Supriyadi, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut yang diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Porman Mahulae.

Keberangkatan 1.179 anggota Pramuka Sumatera Utara menuju Jamnas XII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan mengikuti kegiatan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda Sumatera Utara yang berkarakter, mandiri, terampil, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan daerah.(ak14)

Perkuat Kontrol Sosial, PWLB Jalin Sinergi dengan Inspektorat Lampung Barat

0

Perkuat Kontrol Sosial, PWLB Jalin Sinergi dengan Inspektorat Lampung Barat

Jakarta -MEDIA ISTANA LAMPUNG BARAT — Ketua Umum Persatuan Wartawan Lampung Barat (PWLB), Hamdan, bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan resmi sekaligus silaturahmi ke Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Puguh Sugandhi, di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Pertemuan antara PWLB dan Inspektorat tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai peran masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai tata cara masyarakat menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang maupun indikasi yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara.

Selain membahas mekanisme penyampaian laporan, pertemuan juga menjadi sarana edukasi bagi jajaran PWLB agar dalam menjalankan tugas jurnalistik senantiasa mengedepankan prinsip objektivitas, akurasi, keberimbangan, serta tetap berpedoman pada ketentuan dan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Ketua Umum PWLB, Hamdan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi secara langsung dengan Inspektorat Kabupaten Lampung Barat sebagai lembaga pengawasan internal pemerintah daerah.

«“Kami merasa sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan Inspektorat Kabupaten Lampung Barat. Harapan kami, ke depannya terjalin sinergi yang erat dalam segala hal, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kami merasa tenang dan mendapat pandangan yang jauh lebih terang dalam menjalankan peran kami sebagai mitra pengawasan bersama,” ujar Hamdan.»

Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme pengawasan dan penyampaian laporan menjadi hal penting bagi insan pers. Dengan pemahaman yang baik, setiap informasi yang diterima dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lebih profesional, dengan tetap melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Irban V Inspektorat Kabupaten Lampung Barat, Puguh Sugandhi, mengapresiasi kehadiran jajaran PWLB. Ia menyatakan bahwa edukasi mengenai pengawasan pemerintahan perlu terus dilakukan kepada masyarakat maupun berbagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

«“Saya merasa bangga bisa berbagi pemahaman kepada rekan-rekan sekalian, apalagi PWLB sebagai organisasi profesi. Kehadiran dan peran PWLB sangat dibutuhkan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program pemerintah, baik pusat, daerah, maupun pemerintah kabupaten,” kata Puguh Sugandhi.»

Ia berharap komunikasi dan hubungan yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga tercipta sinergi yang positif antara masyarakat, insan pers dan pemerintah dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

“Semoga bersama-sama kita dapat mewujudkan Kabupaten Lampung Barat yang hebat dan berkualitas dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi PWLB untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. PWLB menilai, fungsi kontrol sosial bukan semata-mata menyampaikan informasi atau kritik, tetapi juga memastikan setiap informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik disajikan secara bertanggung jawab.

Hamdan menambahkan, PWLB ke depan akan terus berupaya membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun lembaga nonpemerintah, sepanjang tetap berada dalam koridor tugas dan fungsi organisasi serta prinsip-prinsip jurnalistik.

«“Harapan kami ke depannya PWLB bisa bersinergi dan selaras dengan instansi pemerintah maupun nonpemerintah sesuai dengan fungsi kami sebagai kontrol sosial. Kami ingin menjalankan peran tersebut secara objektif, profesional dan konstruktif demi kepentingan masyarakat,” ujar Hamdan mengakhiri

Hamdan

50 Siswa SMPN 1 Kraksaan Ikuti Pelatihan Robotik, Didampingi Guru Langsung Praktek Arduino dan Micro:bit

0

Probolinggo, Mediaistana.com
SMP Negeri 1 Kraksaan menggelar pelatihan robotik dan mini workshop di SICC, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan ini dengan didampingi langsung oleh para guru mata pelajaran IPA dan TIK.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sekolah Literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo. Tujuannya mengenalkan dasar mekanik, elektronika, dan pemrograman kepada siswa SMP sebagai bekal keterampilan abad 21.

Selama pelatihan, suasana kelas terlihat aktif. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi 1-2 guru yang bertugas membimbing proses perakitan sekaligus memastikan keselamatan saat menggunakan komponen elektronik.

Para guru juga membantu menjelaskan konsep yang sulit dan memfasilitasi diskusi antar siswa ketika menghadapi kendala.Guru di sini bukan hanya mengawasi. Kami ikut belajar bersama siswa, mulai dari merangkai sensor sampai menginput coding ke Micro:bit. Jadi ilmunya bisa diteruskan ke pembelajaran di kelas, ujar salah satu guru pendamping.

Dalam praktiknya, siswa belajar merakit komponen fisik robot seperti sensor jarak, sensor cahaya, motor DC, roda, dan rangka. Setelah komponen terpasang, siswa memprogram robot menggunakan perangkat Arduino dan Micro:bit agar dapat bergerak dan merespons perintah.

Materi Inti yang Dipelajari:
1. Mekanika Dasar: Siswa mengenal struktur robot, fungsi roda, gear, dan cara merakit rangka agar stabil.
2. Elektronika & Sensor: Praktik menyambung kabel, memasang baterai, serta menguji fungsi sensor jarak dan cahaya.
3. Pemrograman (Coding): Menulis logika sederhana di laptop. Kode yang dibuat berfungsi untuk mengatur gerak maju, mundur, belok, dan mendeteksi halangan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyebut pendekatan guru mendampingi sengaja diterapkan agar transfer ilmu tidak berhenti di kegiatan satu hari ini.

Dampak yang Diharapkan dari Pelatihan:
1. Berpikir Kritis: Siswa terlatih memecahkan masalah saat robot tidak berjalan sesuai perintah. Guru memandu siswa melakukan debugging.
2. Kreativitas: Dengan bimbingan guru, siswa didorong memodifikasi desain robot agar memiliki fungsi baru.
3. Kerja Sama Tim: Dalam kelompok, siswa belajar membagi tugas antara yang merakit, yang coding, dan yang menguji. Guru membantu mengatur dinamika tim.

Kepala SMPN 1 Kraksaan mengapresiasi program ini. Menurutnya pelatihan robotik sangat relevan untuk menumbuhkan minat siswa pada bidang STEM dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat menjangkau sekolah lain. Dengan begitu literasi di Probolinggo tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga literasi sains, teknologi, dan inovasi.

*Semangat Gotong Royong, Pemuda Bukik Padang Barabah Putiah Persiapkan Lomba HUT RI ke-81*

0

*AGAM, http://Mediaistana.com* —

Selasa, 11 Agustus 2026 bertempat di Dusun Bukik Padang Barabah Putiah, Jorong Batu Hampa, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, masyarakat setempat bahu-membahu mempersiapkan lokasi untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Kegiatan ini disponsori dan dipimpin langsung oleh pemuda setempat di bawah koordinasi Ketua Pemuda, Sdr. Tedi. Dengan semangat kebersamaan, warga mulai membersihkan lapangan, membuat tiang untuk perlombaan, hingga menyiapkan segala keperluan acara.

“Kami ingin menyambut HUT RI ke-81 ini dengan meriah. Ini bentuk rasa cinta kami kepada tanah air dan semangat gotong royong masyarakat Bukik Padang Barabah Putiah,” ujar Tedi saat ditemui di lokasi.

Persiapan yang dilakukan meliputi pembersihan area lapangan, pembuatan gapura, serta perencanaan berbagai perlombaan khas 17 Agustus seperti panjat pinang dan lomba tradisional lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Dari pemuda hingga orang tua ikut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berharap perayaan tahun ini bisa menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat nasionalisme.

Dengan persiapan yang matang, masyarakat Dusun Bukik Padang Barabah Putiah optimis kegiatan menyambut HUT RI ke-81 akan berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Basri.

 

 

 

 

 

Canda dan Tawa Warnai TMMD Ke-129, Kedekatan Satgas TNI dengan Anak-Anak Kampung Sesor Semakin Erat

0

Canda dan Tawa Warnai TMMD Ke-129, Kedekatan Satgas TNI dengan Anak-Anak Kampung Sesor Semakin Erat

Jakarta -MEDIA ISTANA,Wayer, Sorong Selatan – Suasana penuh keceriaan dan keakraban mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Memasuki Hari H+26 (ke-27), Selasa (11/8/2026), anak-anak Kampung Sesor tampak antusias berinteraksi dan bermain bersama personel Satgas TMMD.

Kehadiran anak-anak di tengah aktivitas personel Satgas menciptakan suasana kekeluargaan. Canda, tawa, dan kebersamaan menjadi gambaran kedekatan yang telah terbangun antara prajurit TNI dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD.

Bagi personel Satgas, momen bersama anak-anak merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sosial sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kebersamaan.

Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan menyampaikan bahwa kedekatan dengan masyarakat, termasuk anak-anak, merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD.

> “Kebersamaan seperti ini menjadi salah satu hal yang sangat berharga selama pelaksanaan TMMD. Kami tidak hanya datang untuk membangun sarana dan prasarana, tetapi juga ingin hadir dan berbaur bersama masyarakat. Melihat anak-anak dapat bermain dan bergembira bersama anggota Satgas menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Dansatgas.

Interaksi yang terjalin secara natural tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Satgas TMMD telah diterima dengan baik oleh masyarakat Kampung Sesor. Anak-anak pun terlihat tidak canggung untuk berkomunikasi dan bermain bersama personel TNI.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda, seperti kebersamaan, sportivitas, kedisiplinan, dan semangat gotong royong.

Pelaksanaan TMMD Ke-129 TA 2026 pada akhirnya bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan berupa infrastruktur, tetapi juga meninggalkan kenangan kebersamaan dan hubungan kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat.

Keceriaan anak-anak Kampung Sesor menjadi gambaran sederhana bahwa di balik setiap pembangunan yang dikerjakan, terdapat nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Pendim 1807/Sorong Selatan)

Hamdan ❤️