Beranda blog Halaman 17

Dipimpin IPDA Aries Munandar, Polsek Pamulang Gelar Patroli Cipta Kondisi hingga Dini Hari

0

mediaistana.com

Pamulang, 23 Agustus 2026 – Dipimpin Panit Reskrim Polsek Pamulang IPDA Aries Munandar, S.H., personel Polsek Pamulang melaksanakan patroli cipta kondisi pada Sabtu (22/8/2026) hingga dini hari.

Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek Pamulang.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyasar sejumlah titik rawan 3C (curat, curas, dan curanmor), kejahatan jalanan, tawuran, serta balap liar.

Patroli dilakukan dengan menyusuri jalur utama, sentra ekonomi, objek vital hingga kawasan permukiman warga. Petugas juga melaksanakan strong point di sejumlah lokasi yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.

Selain itu, personel melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap kelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tawuran maupun gangguan keamanan lainnya.

Petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Panit Reskrim Polsek Pamulang IPDA Aries Munandar, S.H., mengatakan patroli cipta kondisi merupakan bentuk kehadiran kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Patroli ini kami laksanakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya 3C, kejahatan jalanan, tawuran dan balap liar. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar IPDA Aries Munandar.

Ia menambahkan, patroli akan terus ditingkatkan, terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran anggota di lapangan merupakan bagian dari upaya pencegahan agar situasi kamtibmas di wilayah Pamulang tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Pamulang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta melakukan langkah preventif dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

(Rafiqi)

Polsek Pamulang Dipimpin IPDA Aries Munandar Redam Keributan di Sekolah Swasta Pamulang

0

mediastana.com

Pamulang – Personel Polsek Pamulang di bawah pimpinan Panit Reskrim IPDA Aries Munandar, S.H., bergerak cepat mengamankan situasi menyusul adanya keributan di salah satu sekolah swasta di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Pengamanan dilakukan di lingkungan TK Islam Pembangunan dan SD Islam Pembangunan setelah sejumlah orang mendatangi lokasi. Kehadiran massa tersebut sempat memicu situasi tegang sehingga personel kepolisian langsung diterjunkan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

IPDA Aries Munandar mengatakan, pihaknya langsung melakukan langkah pengamanan dan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak terjadi tindakan yang dapat memperbesar persoalan.

“Kerusuhan indikasinya dari para pihak yang bersengketa. Kami belum ada data spesifiknya, tapi yang beredar di media sosial bisa jadi acuan,” ujar IPDA Aries Munandar.

Sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat berkumpul di halaman sekolah dan sempat berupaya mendobrak pagar. Polisi kemudian melakukan pengamanan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya benturan antara pihak-pihak yang terlibat.

Terkait adanya informasi bahwa massa tersebut diduga merupakan orang suruhan dari salah satu kampus negeri di Tangerang Selatan, IPDA Aries menegaskan bahwa informasi tersebut masih dalam proses pendalaman.

“Untuk informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat maupun latar belakang persoalan, masih kami dalami. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta dan informasi dapat dipastikan,” jelasnya.

Penanganan situasi turut mendapat perhatian langsung dari Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, yang turun ke lokasi untuk melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang bersengketa.

Mediasi dilakukan sebagai upaya kepolisian mengedepankan penyelesaian secara damai sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

AKBP Boy Jumalolo menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lapangan tidak hanya bertujuan mengamankan situasi, tetapi juga memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan secara tertib.

“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan memberikan ruang kepada para pihak untuk menyelesaikan persoalan secara baik. Kami meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan,” ujar AKBP Boy Jumalolo.

Setelah mediasi dilakukan, situasi di sekitar sekolah berangsur kondusif. Massa yang masih berada di lokasi kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan milik Polres Tangerang Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali keributan maupun gesekan setelah proses mediasi.

IPDA Aries Munandar memastikan jajaran Polsek Pamulang akan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi.

“Kondisi saat ini alhamdulillah sudah kondusif dan aman terkendali,” ungkap IPDA Aries Munandar.

Polsek Pamulang juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan proses penyelesaian persoalan kepada pihak yang berwenang.

Dengan respons cepat personel Polsek Pamulang di bawah koordinasi IPDA Aries Munandar, situasi di sekolah swasta wilayah Pamulang berhasil dikendalikan. Kepolisian memastikan pengamanan dan pemantauan tetap dilakukan guna menjaga wilayah hukum Polsek Pamulang tetap aman dan kondusif.

(Rafiqi)

Prajurit Korem 161/Wira Sakti Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Terdampak Gempa NTT

0

Prajurit Korem 161/Wira Sakti Hadirkan Keceriaan bagi Anak-Anak Terdampak Gempa NTT

Jakarta MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). Prajurit Korem 161/Wira Sakti menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa bumi bertempat di Posko Lapangan Berdikari Kel. Danga. Kec. Aesesa Kab. Nagekeo Nusa Tenggara Timur. Minggu (23/8/2026).

Kegiatan trauma healing dilakukan dengan memberikan hiburan dan mengajak anak-anak bermain bersama untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka setelah mengalami bencana gempa bumi. Prajurit mengajak anak-anak nonton bersama, dan mengikuti berbagai permainan.

Suasana penuh keceriaan dihadirkan agar anak-anak dapat sejenak melupakan pengalaman yang menimbulkan rasa takut dan cemas akibat gempa. Interaksi yang hangat dan kegiatan yang menyenangkan juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain, tertawa, serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Melalui kegiatan tersebut, menunjukkan kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam membantu pemulihan psikologis anak-anak. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, dukungan moril, dan semangat kepada anak-anak untuk kembali ceria serta bangkit dalam menghadapi masa pemulihan pascagempa.

HAMDAN ❤️

Isi Kemerdekaan dengan Berbagi, AWPR dan Ahlulbait Bagikan Bansos di Ngadirejo

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diisi dengan upacara. Afiasi Wartawan Probolinggo Raya (AWPR) bersama DPD Ahlulbait Kabupaten Probolinggo memilih mengisinya dengan aksi nyata berbagi kepada masyarakat.

Kolaborasi sosial itu disalurkan di Desa Ngadirejo, Dusun Mranti, Kabupaten Probolinggo. Bantuan sosial (bansos) diberikan kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian di momentum kemerdekaan, Minggu (23/8/2026).

Ketua AWPR, Fahrul Mozza, menegaskan insan pers punya tanggung jawab lebih dari sekadar mencari dan menulis berita. Wartawan juga harus hadir langsung untuk masyarakat.

Wartawan bukan sekadar pencari berita. Wartawan juga harus bisa turun langsung ke masyarakat, melihat kondisi mereka, dan ikut berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu, ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa media memiliki kepedulian sosial. Momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk terus menjaga semangat gotong royong.

Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, kepedulian, serta membantu sesama, tambahnya.

Kolaborasi antara AWPR dan DPD Ahlulbait ini diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian sosial bisa dilakukan semua elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.

Penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan. Para pengurus dan anggota AWPR bersama DPD Ahlulbait langsung turun ke lapangan dan berdialog dengan warga Dusun Mranti.

Bagi penerima, bantuan ini tidak hanya meringankan beban secara materi. Kehadiran mereka juga memberi rasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam menghadapi keterbatasan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran pers yang lebih luas. Selain menyajikan informasi akurat, wartawan juga bisa menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong solidaritas.

Peringatan HUT RI ke-81 pun menjadi momentum meneruskan nilai perjuangan melalui aksi nyata. Bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menghidupkannya dengan kepedulian.

Dari Dusun Mranti, semangat kemerdekaan diwujudkan sederhana: berbagi, membantu, dan hadir bersama masyarakat. AWPR dan DPD Ahlulbait berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian mengisi kemerdekaan dengan kemanusiaan.

700 Pramuka Gending Camp 2 Hari, Wabup Fahmi: Menanam Pohon Adalah Menanam Masa Depan

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Sebanyak 700 pelajar SD/MI dan SMP/MTs mengikuti Gending Scout Camp (GSC) 2026 yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Gending di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Sabtu – Minggu (22-23/8/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tersebut diikuti peserta dari 45 gugus depan (gudep). Selain diisi berbagai aktivitas kepramukaan, GSC 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap edukasi dan pelestarian lingkungan.

GSC 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta serta penanaman pohon.

Turut hadir Camat Gending Winda Permata Erianti selaku Kamabiran Gerakan Pramuka Gending, Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, para kepala desa, kepala sekolah dan kepala madrasah, pengurus Kwaran, mabigus, pembina pramuka, pelatih serta pengurus gugus depan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan peringatan Hari Pramuka tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat.

Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial atau upacara tahunan. Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat bahwa Gerakan Pramuka hadir untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, mandiri, disiplin, peduli, bertanggung jawab serta siap memberikan karya nyata bagi masyarakat dan lingkungan, katanya.

Menurutnya, keberhasilan Gerakan Pramuka tidak dapat hanya diukur dari kemeriahan kegiatan. Hal yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.

Kami memberikan apresiasi kepada Kwaran Gerakan Pramuka Gending yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gending, tegasnya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap persoalan sampah dan lingkungan. Gerakan Pramuka harus mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.

Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, memilah sampah, menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, jelasnya.

Wabup Fahmi menilai kegiatan penanaman pohon yang menjadi bagian dari GSC 2026 merupakan salah satu bentuk karya nyata yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Menanam pohon bukan hanya kegiatan menanam bibit di tanah. Menanam pohon adalah menanam harapan, menanam kehidupan dan menanam masa depan, terangnya.

Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan GSC selesai. Budaya peduli sampah dan alam diharapkan terus diterapkan di setiap gugus depan. Kita jaga alam, alam jaga kita, tambahnya.

Sementara Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan mengatakan aspek pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama GSC 2026. Peserta tidak hanya diberikan materi kepramukaan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan. Di antaranya ada pelestarian lingkungan, tadi ada penanaman penghijauan dan juga mendorong untuk peduli terhadap sampah, ungkapnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut jelas Irawan, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan kreatif. Di antaranya lomba konten kreator bertema “Sampahmu Tanggung Jawabmu”, gambar bercerita dengan tema serupa hingga kegiatan membuat kerajinan dengan memanfaatkan sampah.

Irawan berharap GSC 2026 mampu menjadi momentum untuk membentuk generasi muda Kecamatan Gending yang tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi dorongan bagi anak-anak untuk menjadi generasi yang sadar, terutama tentang bagaimana bahaya sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, pungkasnya.

Warga Nangela Pondok Lapor Pengolahan Emas Ilegal ke Media, Pelaku Diduga Menantang Tokoh Masyarakat

0

Warga Nangela Pondok Lapor Pengolahan Emas Ilegal ke Media, Pelaku Diduga Menantang Tokoh Masyarakat

Leuwiliang, Bogor – mediaistana.com

Warga Kampung Nangela Pondok, RT 02 RW 09, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, merasa sangat terganggu dan khawatir atas adanya aktivitas pengolahan lumpur emas yang diduga dilakukan secara ilegal oleh seorang warga bernama Atok. Usaha tersebut diketahui menggunakan bahan kimia berbahaya yang sangat membahayakan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.

Warga melaporkan bahwa tokoh masyarakat setempat telah beberapa kali mendatangi lokasi usaha Atok untuk meminta penghentian aktivitas tersebut. Namun, alih-alih menghentikan, pelaku justru menantang tokoh masyarakat. Karena tidak ada tindak lanjut, warga akhirnya mendatangi awak media mediaistana.com agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku.

Warga meminta aparat penegak hukum, baik pihak kepolisian maupun pemerintah daerah, untuk segera menindak dan menutup usaha pengolahan emas ilegal tersebut.

Dasar Hukum & Sanksi Pidana yang Berlaku

Aktivitas pengolahan emas tanpa izin resmi dan penggunaan bahan kimia berbahaya merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam:

1. UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (UU Minerba):

– Pasal 158: Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin, dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.
– Pasal 161: Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengolah, memurnikan, mengangkut, atau menjual mineral/batu bara tanpa izin resmi, dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.
– Pasal 161B Ayat (1): Penggunaan bahan kimia berbahaya (seperti sianida atau merkuri) dalam proses pengolahan emas secara ilegal diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

2. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup:

– Pasal 98 Ayat (1): Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu air, udara, atau kerusakan lingkungan, dipidana penjara 3–10 tahun dan denda Rp3–10 miliar.
– Pasal 98 Ayat (2): Jika perbuatan mengakibatkan orang luka atau bahaya kesehatan, ancaman pidana 4–12 tahun dan denda Rp4–12 miliar.
– Pasal 104: Setiap orang yang membuang limbah dan/atau bahan berbahaya ke media lingkungan hidup tanpa izin, dipidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.

3. UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (jika berada di kawasan hutan):

– Pasal 78: Pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun menindak tegas aktivitas ilegal ini, termasuk melakukan penyitaan bahan kimia berbahaya dan penghentian operasi secara permanen.

Maulana | Reporter mediaistana.com

Lewat Lomba Rekreasi, Bupati Haris Ajak OPD Jaga Kekompakan dan Semangat Kemerdekaan

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Probolinggo diwarnai dengan lomba olahraga rekreasi. Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diskoparekraf) di Alun-alun Kraksaan, ini menjadi ajang mempererat kebersamaan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Minggu (23/8/2026).

Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, S.E., M.M., Bupati bahkan ikut turun dalam lomba pancing kerupuk, lomba makan pisang, dan lomba tali gila.

Dalam sambutannya, Bupati Haris menegaskan kegiatan peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial. Momen ini harus dimaknai sebagai penguat kebersamaan dan semangat kekeluargaan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Setiap hari kemerdekaan kita selalu mengadakan acara untuk kebersamaan, baik teman-teman OPD, Forkopimda dan lain sebagainya. Memang acara ini untuk menguatkan kebersamaan sekaligus merayakan kemerdekaan kita, ujarnya.

Bupati Haris menekankan, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk membangun semangat bekerja bersama. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan mengesampingkan ego sektoral dan tidak bekerja sendiri-sendiri.Jadi memang kebersamaan ini agar semangat kekeluargaan dan semangat bekerja berjalan. Tidak ada yang jalan sendiri-sendiri, semuanya bekerja bersama, tegasnya.

Menurut Bupati, kekompakan internal menjadi hal yang terus ditekankan dalam setiap agenda Pemkab. Karena itu, ia mewajibkan seluruh pimpinan dan jajaran OPD hadir dalam kegiatan bersama sebagai bentuk komitmen.Makanya kenapa beberapa agenda, saya selalu mewajibkan harus hadir semua para OPD. Ini penting untuk kebersamaan di internal, terangnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan kehadiran OPD bukan sekadar formalitas. Kebersamaan diperlukan untuk membangun komunikasi, kekompakan, dan kesamaan langkah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Setiap jajaran harus memiliki komitmen untuk bekerja sebagai satu kesatuan. Apabila terdapat pihak yang berhalangan hadir dalam agenda bersama, harus disertai dengan alasan yang jelas. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri, jelasnya.

Bupati Haris berharap semangat kebersamaan ini terus diterapkan dalam tugas sehari-hari. Dengan kekompakan, seluruh Perangkat Daerah diharapkan mampu bekerja lebih solid dalam mewujudkan program pembangunan dan pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan lomba ini juga bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dilakukan. Kegiatan ini adalah dari kita, untuk kita, oleh kita. Jadi memang dibutuhkan kolaborasi, kerja sama dan kebersamaan. Kami mengajak seluruh OPD dan staf untuk aktif terlibat dalam setiap kegiatan, tanpa memandang instansi maupun lokasi pelaksanaan, ujarnya.

Lomba olahraga rekreasi mempertandingkan pancing kerupuk, makan pisang, tali gila, dan jepit bola. Kegiatan ini diikuti seluruh OPD bersama masyarakat Kecamatan Kraksaan dan sekitarnya. Selain memeriahkan kemerdekaan, kegiatan ini juga membawa pesan penting menjaga kesehatan dan melestarikan budaya olahraga tradisional.

APBD Maluku 2026 Masuk Zona Hijau, Pendapatan Daerah di Atas Rata-Rata Nasional: Bapenda Layak Diapresiasi

0

 

AMBON — Capaian realisasi pendapatan APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2026 yang disebut berada pada zona hijau dan di atas rata-rata nasional patut mendapat apresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka statistik atau sekadar bahan seremoni pemerintah.

Di balik angka pendapatan daerah, ada pertanyaan yang jauh lebih penting: sejauh mana peningkatan pendapatan itu benar-benar kembali dirasakan masyarakat Maluku?

Kerja keras Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur Maluku, Wakil Gubernur, Sekda, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama seluruh jajarannya, patut dihargai. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah bukan pekerjaan mudah, terlebih di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kapasitas fiskal daerah.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa koordinasi, konsistensi dan inovasi dalam menggali serta mengamankan pendapatan daerah mulai memperlihatkan hasil.

Tetapi justru karena capaian itu sudah berada di zona hijau, standar keberhasilan harus dinaikkan.

Pemerintah tidak boleh terjebak pada logika bahwa semakin besar pendapatan otomatis semakin baik. Pendapatan daerah baru benar-benar bermakna apabila mampu memperkuat kemampuan fiskal pemerintah untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, konektivitas antarpulau dan kebutuhan dasar masyarakat.

Jangan Hanya Mengejar Angka

Bapenda Maluku perlu terus memastikan setiap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dikelola secara optimal, transparan dan akuntabel.

Digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi, pemutakhiran basis data wajib pajak, pengawasan kebocoran penerimaan, serta inovasi dalam menggali sumber-sumber PAD harus menjadi agenda berkelanjutan.

Sebab, tantangan pemerintah daerah bukan hanya bagaimana meningkatkan pendapatan, tetapi juga bagaimana memastikan tidak ada potensi penerimaan yang hilang karena lemahnya pengawasan, administrasi maupun koordinasi antarinstansi.

Di sinilah capaian tahun 2026 harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara terbuka.

Berapa besar kenaikan pendapatan dibandingkan target?

Sektor apa yang paling memberikan kontribusi?

Di mana masih terjadi kebocoran atau ketidakoptimalan?

Dan yang paling penting, apa dampaknya terhadap belanja pembangunan dan kesejahteraan masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar keberhasilan fiskal tidak berhenti pada laporan administrasi.

Apresiasi, Tetapi Tetap Kritis

Kinerja Bapenda Maluku dan seluruh perangkat yang terlibat layak diberikan apresiasi. Namun apresiasi bukan berarti kritik harus dihentikan.

Justru keberhasilan harus menjadi energi untuk bekerja lebih keras.

Jika realisasi pendapatan sudah berada di atas rata-rata nasional, maka masyarakat berhak berharap agar pemerintah mampu meningkatkan kualitas belanja daerah. Jangan sampai pendapatan naik, tetapi masyarakat masih menghadapi persoalan klasik seperti jalan rusak, akses transportasi antarpulau yang terbatas, pelayanan kesehatan yang belum merata dan kebutuhan dasar lainnya.

Pendapatan daerah harus berbanding lurus dengan manfaat yang diterima rakyat.

Karena itu, capaian ini seharusnya menjadi awal, bukan akhir.

Gubernur Maluku, Wakil Gubernur, Sekda dan Bapenda perlu mempertahankan tren positif tersebut sampai akhir tahun anggaran sekaligus memastikan setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dapat dipertanggungjawabkan dan diarahkan untuk kepentingan publik.

Maluku membutuhkan pemerintah yang tidak hanya mampu mengumpulkan uang, tetapi juga mampu mengubah pendapatan menjadi pembangunan yang nyata.

Selamat kepada Bapenda Maluku dan seluruh jajaran atas capaian tersebut.

Terus bekerja, terus berinovasi, tetapi jangan cepat puas.

Sebab ukuran keberhasilan APBD bukan hanya berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan pemerintah, melainkan seberapa besar perubahan yang dirasakan rakyat Maluku.

(Mus Latuconsina)

Lewat Beasiswa UT, Bupati Parosil Dorong Peningkatan SDM Lampung Barat.

0

Lewat Beasiswa UT, Bupati Parosil Dorong Peningkatan SDM Lampung Barat.

Jakarta MEDIA ISTANA,Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan komitmennya memajukan pendidikan. Sebanyak 60 mahasiswa baru menerima beasiswa untuk kuliah di Universitas Terbuka Lampung melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Aaf Way Tenong.

Pembukaan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) semester ganjil Tahun 2026 SALUT Aaf Way Tenong digelar, Minggu (23/08/2026). Acara dibuka langsung oleh Direktur UT Lampung Dra. Sri Ismulyaty, M.Si.

Turut hadir Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah.

Dari ratusan mahasiswa baru peserta PKBJJ, sebanyak 60 mahasiswa merupakan penerima beasiswa Program Studi PGSD dan Kewirausahaan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Sisanya merupakan mahasiswa mandiri.

Kehadiran Bupati Lampung Barat dalam pembukaan ini menjadi bentuk dukungan langsung kepada para mahasiswa baru. “Ini hal yang luar biasa. Banyak yang punya mimpi dan keinginan kuliah di perguruan tinggi tapi tidak terlaksana. Bersyukur anak-anakku semua hari ini bisa mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi,” ujar Parosil.

Menurutnya, tidak semua orang berkesempatan kuliah. Ada yang terkendala ekonomi orang tua, ada juga karena faktor lain.

Parosil menjelaskan, program beasiswa ini lahir dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk memajukan pendidikan sekaligus upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah.

“Kami sengaja menggelontorkan anggaran untuk beasiswa. Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang. Ketika anak-anak Lampung Barat jadi sarjana, maka kualitas SDM kita naik, daerah kita juga ikut maju,” tegasnya.

Ia menilai UT merupakan pilihan tepat bagi masyarakat Lampung Barat. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan sistem belajar jarak jauh, UT memungkinkan mahasiswa tetap kuliah sambil bekerja.

“Kuliah di UT ini enak sekali dan memiliki kualitas yang tinggi. Dosennya rata-rata sudah S2. Almamater jangan menjadi sekat dengan lulusan universitas lain. Tunjukkan bahwa lulusan UT juga memiliki kompetensi yang tinggi,” pesannya.

Dengan dukungan beasiswa ini, Bupati Lampung Barat berharap dapat kembali mengabdi dan membangun daerah, serta memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Direktur UT Lampung Sri Ismulyaty mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Ia menyebut Lampung Barat adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa UT.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain di Provinsi Lampung. Kerja sama ini harus terus diperkuat karena pendidikan adalah investasi panjang, tidak hanya untuk individu tapi juga untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SALUT Aaf Way Tenong Yeni Apriani, S.Sos., M.M mengatakan dari 60 penerima beasiswa, 30 orang adalah mahasiswa PGSD dan 30 orang mahasiswa Kewirausahaan.

“Ini suatu kebanggaan bagi keluarga besar SALUT. Program Satu Keluarga Satu Sarjana dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat adalah bukti nyata dukungan kepala daerah terhadap peningkatan SDM,” kata Yeni.

Ia berpesan kepada mahasiswa, khususnya penerima beasiswa, untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.”Gunakan dan manfaatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Jadikan hari ini sebagai awal. Buktikan bahwa dari keluarga yang tidak mampu, ada secercah harapan untuk menjadi sarjana ke depan,” pesannya.

Manurut Yeni, kuliah di UT dituntut kemandirian dan disiplin yang kuat. Melalui PKBJJ, mahasiswa baru tidak hanya belajar sistem perkuliahan di UT, tetapi juga dibekali strategi belajar mandiri berbasis teknologi.

HAMDAN ❤️

Semangat Gotong Royong! Warga Dusun Margajaya Sukaraja Lakukan Swadaya Perbaikan Jalan

0

Semangat Gotong Royong! Warga Dusun Margajaya Sukaraja Lakukan Swadaya Perbaikan Jalan

Jakarta MEDIA ISTANA,WAY TENONG — Hari Minggu, 23 Agustus 2026, warga Dusun Margajaya, Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi dengan bergotong royong melaksanakan perbaikan jalan secara swadaya.

Kegiatan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Sekdes Pekon Sukaraja, Muhammad Amin. Bersama seluruh lapisan masyarakat — mulai dari para tetua, bapak-bapak, hingga pemuda — bekerja bahu-membahu memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi kendala aktivitas warga sehari-hari.

Tanpa menunggu bantuan pihak luar, warga berinisiatif memikul tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan kelancaran akses di lingkungannya. Semangat swadaya ini patut diapresiasi dan dijadikan teladan, membuktikan bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, segala kendala dapat diatasi. Semoga perbaikan jalan ini bermanfaat maksimal bagi seluruh warga Dusun Margajaya dan semangat gotong royong senantiasa terjaga.

 HAMDAN ❤️