Beranda blog Halaman 10

Jembatan Keempat Rampung, Kodim 1710/Mimika Terus Bangun Konektivitas

0

Jembatan Keempat Rampung, Kodim 1710/Mimika Terus Bangun Konektivitas

Jakarta MEDIA ISTANA,Jembatan yang berada di Kampung Jimbi, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini telah rampung dikerjakan dan siap digunakan oleh masyarakat, Minggu (23/8/2026).

Rampungnya pembangunan jembatan ini menjadi kabar baik bagi warga Kampung Jimbi, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan.

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, mengatakan bahwa jembatan di Kampung Jimbi merupakan jembatan keempat dari 10 titik jembatan yang dikerjakan oleh Kodim 1710/Mimika di wilayah Kabupaten Mimika.

“Dengan rampungnya jembatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses dan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Letkol Inf Jozanda.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Kodim 1710/Mimika dalam mendukung peningkatan akses dan konektivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika. Dengan selesainya pembangunan, jembatan kini dapat dimanfaatkan warga sebagai sarana penghubung untuk menunjang aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.

Warga Kampung Jimbi, Marten Tabuni, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.

Ia berharap jembatan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempermudah aktivitas warga sehari-hari.

“Terima kasih atas pembangunan jembatan ini. Kami sangat bersyukur karena jembatan sudah selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat,” ujar Marten Tabuni.

Dengan rampungnya pembangunan ini, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Jembatan Kampung Jimbi diharapkan menjadi salah satu sarana penting dalam memperkuat konektivitas serta mendukung peningkatan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN ❤️

bertanding-di-turnamen-domino-jurnalis

0

MEDIAISTANA.COM | SURABAYA -Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media mengikuti Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026). Kompetisi memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur dan digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen tersebut digagas Rumah Literasi Digital (RLD) bersama TIMES Indonesia sebagai media partner. Kegiatan juga dirangkai dengan Lomba Foto On The Spot yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan terbuka untuk umum.

Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menilai domino memiliki potensi berkembang sebagai olahraga yang tidak membutuhkan sarana besar, tetapi mampu membangun prestasi sekaligus mempererat hubungan antarpemain.

Menurut dia, permainan domino juga menuntut konsentrasi dan kerja sama. Dua aspek itu dinilai relevan untuk membangun kemampuan mengendalikan diri dan bekerja dalam tim.

“Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi,” kata Imam usai menjajal meja pertandingan PB ORADO dalam pembukaan Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026.

Imam juga menilai status domino sebagai olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) perlu diikuti dukungan pemerintah dan masyarakat. Ia membuka peluang lahirnya atlet-atlet domino dari berbagai kalangan, termasuk para jurnalis yang mengikuti turnamen.

Ia berharap domino dapat diterima masyarakat sebagai olahraga sebagaimana cabang lain yang telah lebih dulu dikenal, seperti bridge dan catur.

Dalam kesempatan ini, Imam juga menyoal pentingnya mengubah pandangan masyarakat yang masih mengaitkan domino dengan permainan atau perjudian.

Menurut dia, peran pengurus organisasi dan jurnalis menjadi penting untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga yang berorientasi pada prestasi.

“Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi,” ujarnya.

Ia menilai pemberitaan dan sosialisasi yang positif dapat menjadi jembatan antara ORADO dan masyarakat. Dengan begitu, domino dapat berkembang sebagai aktivitas olahraga yang sehat dan kompetitif.

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto mengatakan pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan kalangan jurnalis.

Ia berharap media ikut membantu menyosialisasikan bahwa domino telah menjadi cabang olahraga yang resmi dan diakui KONI. Dengan pengakuan tersebut, orientasi domino diarahkan menjadi olahraga prestasi.

“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” tegasnya.

Akmal mengatakan domino sebenarnya telah lama dikenal luas di tengah masyarakat. Permainan itu kerap hadir dalam berbagai kegiatan berkumpul, termasuk saat masyarakat menghabiskan waktu bersama.

Tantangannya kini adalah mengembangkan aktivitas tersebut menjadi olahraga dengan aturan dan sistem kompetisi yang terukur. ORADO, kata dia, telah menyiapkan aturan yang akan diterapkan dalam berbagai turnamen.

KONI Jatim juga mendorong ORADO mempercepat pembinaan atlet. Akmal menyebut kepengurusan ORADO telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Animonya sangat besar. Tinggal pengurus Orado Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” terangnya.

Ia menambahkan, dana hibah dari APBD dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pembinaan, termasuk kegiatan dan pembinaan atlet sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi mengatakan Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas sosialisasi domino sebagai olahraga resmi.

“Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga,” kata Mulyadi.

Menurut dia, domino nantinya dapat dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat provinsi hingga jenjang yang lebih tinggi.

ORADO Jatim bahkan telah menetapkan kegiatan bersama jurnalis sebagai bagian dari kalender tahunan organisasi.

“Kami sudah menetapkan bahwa event bersama teman-teman jurnalis masuk dalam kalender kegiatan tahunan ORADO Jawa Timur,” ungkapnya.

Mulyadi menjelaskan bahwa agenda ORADO juga terus digelar di berbagai daerah. Hingga saat ini, kegiatan telah berlangsung hampir di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Pada Sabtu (22/8/2026), selain turnamen jurnalis di Surabaya, ORADO juga menggelar dua agenda lain, masing-masing satu kegiatan di Surabaya dan satu kegiatan di Kabupaten Jombang.

“Kami secara simultan melaksanakan event-event yang berhubungan dengan domino ORADO Provinsi Jawa Timur,” ucap Mulyadi.

Sementara itu, Direktur RLD Andika Ismawan mengatakan domino memiliki karakter sebagai olahraga pikiran atau mind sport yang tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga membutuhkan strategi, daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan emosi.

Menurut Andika, karakter tersebut memiliki irisan dengan aktivitas jurnalistik. Jurnalis dituntut mampu berpikir cepat, mengingat informasi, menentukan strategi saat bekerja di lapangan, sekaligus menjaga kontrol emosi ketika menghadapi berbagai situasi.

“Olahraga domino merupakan olahraga pikiran atau mind sport yang melatih strategi, daya ingat, dan kontrol emosi. Hal itu sejalan dengan cara-cara kerja jurnalis di lapangan,” tuturnya.

Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik perusahaan, lembaga, pelaku usaha, maupun individu.

Para pendukung kegiatan antara lain Bank Jatim, PT Jaya Sejati Logistik, PT Gudang Garam Tbk, Pertamina Gas Negara, PT Sinergi Gula Nusantara, XLSMART, PT Sinergi Inti Mineral, Adella Kanasya Adies, Bambang Haryo Soekartono, Sate Asin Garuda, Unitomo Surabaya, Kayu Jati, Hanaka Social Space, ORADO Kabupaten Gresik, Kokoon Hotel Surabaya, Java Paragon, The Westin Hotel Pakuwon, Excotel, Jamu Iboe, Novotel Samator, Aston Sidoarjo City Hotel & Conference, KHAS Hotel, serta MORA Group.

Dukungan berbagai pihak tersebut memperkuat penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan komunitas jurnalis, organisasi olahraga, dan masyarakat. Kolaborasi itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan domino sebagai olahraga yang mengandalkan strategi, konsentrasi, sportivitas, dan orientasi prestasi.
(Redho Fitriyadi)

Wabup Ahmad Fadly: Tanah Datar Terbuka untuk Investor, Asal Berpihak pada Masyarakat

0

Peluang investasi, sekecil apa pun harus kita manfaatkan dan maksimalkan, karena keinginan investor tidak setiap saat dan selalu ada untuk menanamkan investasinya di daerah kita,” kata Ahmad Fadly.

 

BATUSANGKAR,Mediaistana.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyatakan terbuka terhadap peluang investasi yang masuk ke daerah tersebut. Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly meminta setiap peluang investasi, sekecil apa pun, tidak dilewatkan begitu saja.

Pesan itu disampaikan Ahmad Fadly dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah di Aula Eksekutif, Senin, 24 Agustus 2026. Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas PMDPPKB Herison, sejumlah organisasi perangkat daerah, Camat Batipuh, para wali nagari se-Kecamatan Batipuh, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Peluang investasi, sekecil apa pun harus kita manfaatkan dan maksimalkan, karena keinginan investor tidak setiap saat dan selalu ada untuk menanamkan investasinya di daerah kita,” kata Ahmad Fadly.

Menurut dia, investasi tidak semata-mata soal modal yang masuk ke daerah. Kehadiran investor juga berpotensi menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan kebutuhan bahan baku yang dapat dipasok masyarakat.

“Dengan adanya investor tersebut, maka setidaknya lapangan pekerjaan, bahan baku untuk keperluan mereka akan bisa dipenuhi oleh masyarakat setempat, sehingga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun, keterbukaan terhadap investasi, kata Ahmad Fadly, tidak berarti pemerintah daerah mengabaikan kepentingan masyarakat. Ia menilai investasi membutuhkan dukungan berbagai unsur, terutama pemerintah nagari, tokoh masyarakat, masyarakat setempat, serta perangkat daerah terkait.

Tantangan utamanya adalah memberikan kepastian kepada investor bahwa kegiatan usaha mereka dapat berjalan secara aman dan tidak menimbulkan persoalan sosial, adat maupun hukum.

“Ini semua tentu butuh kerja sama yang baik dari kita semua, terutama bagaimana kita memberikan kepastian bahwa investasi mereka aman dan tidak ada masalah, baik secara adat maupun hukum, terutama terkait lahan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah melihat kepastian lahan dan kesesuaian dengan tatanan lokal sebagai bagian penting dari iklim investasi. Bagi Tanah Datar yang memiliki struktur sosial dan adat Minangkabau yang kuat, persoalan tanah tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif.

Ahmad Fadly kemudian menegaskan tiga prinsip yang harus menjadi pijakan dalam setiap rencana investasi di Tanah Datar. Pertama, investasi harus memberikan keuntungan yang tidak hanya dirasakan investor, tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah.

Kedua, investasi mesti sesuai dengan norma adat, agama serta potensi daerah. Ketiga, kegiatan investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Investasi harus memberikan dampak keuntungan tidak hanya kepada investor tapi juga kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah. Kemudian investasi harus sesuai norma adat, agama dan potensi yang ada. Serta tidak merusak lingkungan,” ujar Ahmad Fadly.

Dengan prinsip tersebut, Pemkab Tanah Datar berupaya menempatkan investasi bukan sekadar sebagai instrumen mendatangkan modal, melainkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Tantangannya adalah memastikan keterbukaan investasi berjalan beriringan dengan kepastian hukum, perlindungan kepentingan masyarakat, penghormatan terhadap adat dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi pemerintah daerah, investasi yang baik bukan hanya yang mampu membangun usaha baru, tetapi juga yang meninggalkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Tanah Datar. (Ris1)

Peduli Sesama, Prajurit Batalyon TP 897/Singgalang Gelar Aksi Donor Di Lubuk Basung

0

Agam, Media Istana – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan prajurit TNI. Dua anggota Kompi Kesehatan Batalyon TP 897/Singgalang mendonorkan darahnya untuk membantu seorang ibu di Kabupaten Agam yang membutuhkan pertolongan segera.

Donor darah dilakukan untuk Ibu Silva Rahayu, warga yang mengalami pendarahan pasca melahirkan dan saat ini dirawat di RS Rezki Bunda Lubuk Basung. Berdasarkan informasi dari keluarga, pasien membutuhkan 2 kantong darah secepatnya untuk menyelamatkan nyawanya.

Kedua prajurit yang mendonorkan darah adalah Prada Bayu Rizki Alamsyah dan Prada Hengki Pratama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Regu, Serda Seftafy Pratama. Proses donor dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, di RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Komandan Batalyon TP 897/Singgalang, Letkol Inf. Saor Jonathan Lumbanbatu, http://S.S.T.Han., S.I.P., M.H.I., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kemanusiaan di atas segalanya. Selain tugas pokok menjaga kedaulatan, kami juga punya tanggung jawab untuk membantu kesulitan masyarakat. Jika ada yang membutuhkan, kami siap turun,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari keluarga pasien, Kompi Kesehatan Batalyon TP 897/Singgalang langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, kedua prajurit tersebut kemudian mendonorkan darah. Kebutuhan 2 kantong darah pun dapat terpenuhi tepat waktu.

Perwakilan keluarga Ibu Silva Rahayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Danyon Letkol Inf. Saor Jonathan Lumbanbatu dan seluruh anggota Batalyon TP 897/Singgalang. Bantuan cepat dari bapak-bapak TNI sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ucapnya.

Pihak RSUD Lubuk Basung dan masyarakat sekitar juga memberikan apresiasi atas aksi sigap prajurit TNI tersebut. Diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini terus terjaga di tengah masyarakat.

Pewarta : Basri

PTB Pertanyakan Penghadangan Alat Berat di Pos Kali Anahoni: Gubernur dan Pangdam Diminta Turun Tangan

0

 

BURU — Polemik aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Botak kembali mencuat. Kali ini, Koperasi Produsen Parusa Tanila Baru (PTB) mempertanyakan tindakan personel TNI yang bertugas di Pos Kali Anahoni, Kabupaten Buru, yang disebut menghadang alat berat milik PTB saat menuju lokasi kerja koperasi, Senin (24/8/2026).

Ketua Koperasi PTB, Ruslan Arif Soamole, SH, meminta kejadian tersebut tidak dibiarkan menjadi persoalan lapangan yang berujung pada polemik antarlembaga. Ia mendesak adanya penjelasan terbuka mengenai dasar kewenangan penghentian alat berat tersebut.

Menurut Ruslan, alat berat milik PTB sedang dalam perjalanan menuju wilayah kerja yang disebut berada dalam kawasan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) PTB dan dikawal oleh pengawas koperasi.

Namun, kata dia, pihaknya mempertanyakan alasan penghentian karena tidak memperoleh penjelasan yang dinilai memadai mengenai dasar hukum maupun administratif tindakan tersebut.

“Yang kami pertanyakan adalah dasar dan alasan penghentian alat berat milik PTB. Sebelum melakukan aktivitas, kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada Dinas ESDM dan pihak-pihak terkait, termasuk unsur keamanan,” ujar Ruslan.

Ia menegaskan, apabila terdapat persoalan mengenai dokumen, teknis kegiatan, maupun legalitas operasional, seharusnya hal tersebut disampaikan secara resmi kepada koperasi untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum.

PTB Klaim Dokumen Lengkap

PTB juga menegaskan telah melengkapi dokumen yang mereka anggap diperlukan untuk menjalankan kegiatan pertambangan.

Ruslan menyebut kelengkapan tersebut mencakup dokumen pertambangan, termasuk dokumen terkait Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Karena itu, PTB meminta pemerintah dan instansi berwenang menunjukkan secara konkret apabila terdapat dokumen yang masih dianggap kurang.

“PTB sudah melengkapi seluruh administrasi yang dipersyaratkan untuk menjalankan kegiatan pertambangan. Termasuk dokumen PPKH dan RKAB. Kalau memang ada kekurangan administrasi, kami meminta agar ditunjukkan secara resmi dokumen apa yang dianggap belum lengkap,” tegasnya.

Menurut PTB, kepastian hukum menjadi sangat penting karena kegiatan pertambangan menyangkut investasi, alat berat, tenaga kerja, serta kepentingan masyarakat.

Koperasi menyatakan siap membuka seluruh dokumen yang dimiliki untuk diverifikasi pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Pertanyakan Mengapa

Ada yang Boleh Beraktivitas, PTB Dihentikan?

Persoalan yang paling disoroti PTB bukan hanya penghentian alat berat mereka.

Ruslan juga mempertanyakan adanya aktivitas alat berat pihak lain di kawasan Gunung Botak yang menurut informasi yang diterimanya telah berlangsung cukup lama.

Pertanyaannya sederhana: apakah seluruh kegiatan pertambangan di kawasan tersebut diperiksa dengan standar yang sama?

PTB meminta pemerintah memastikan seluruh pelaku kegiatan pertambangan diperiksa berdasarkan ketentuan yang sama, termasuk mengenai legalitas pertambangan, penggunaan kawasan, PPKH, RKAB, serta persyaratan teknis lainnya apabila memang diwajibkan.

“Kalau memang ada aturan yang harus dipatuhi, maka aturan tersebut harus berlaku adil kepada semua pihak. Jangan sampai koperasi yang sudah berusaha melengkapi administrasi justru dihentikan, sementara kegiatan pihak lain tetap berjalan,” kata Ruslan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pertanyaan terbuka kepada pemerintah dan aparat terkait: apakah pengawasan pertambangan di Gunung Botak benar-benar dilakukan secara konsisten, atau masih terdapat standar berbeda terhadap pelaku yang berbeda?

PTB meminta pertanyaan tersebut dijawab bukan melalui pernyataan, melainkan melalui verifikasi dokumen dan pemeriksaan langsung di lapangan.

Tugas TNI Juga Diminta Diperjelas

PTB secara khusus meminta adanya klarifikasi mengenai tugas dan kewenangan personel TNI yang berada di Pos Kali Anahoni.

Menurut Ruslan, pihaknya tidak bermaksud mempertentangkan koperasi dengan institusi TNI. Namun, setiap tindakan aparat di lapangan harus memiliki dasar kewenangan yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru.

PTB meminta Pangdam, Danrem, Dandim 1506 Namlea, serta unsur terkait melakukan klarifikasi internal mengenai apa dasar tindakan penghentian alat berat tersebut.

“Kami tidak ingin terjadi benturan di lapangan. Kami hanya meminta kepastian hukum dan perlakuan yang adil. Kalau ada dokumen kami yang harus diperbaiki atau ada ketentuan yang belum dipenuhi, silakan disampaikan secara resmi. Kami siap mengikuti aturan,” ujar Ruslan.

Gubernur Maluku Diminta Turun Tangan

Karena persoalan ini menyangkut aktivitas pertambangan di Gunung Botak dan melibatkan sejumlah institusi, PTB meminta Pemerintah Provinsi Maluku turun tangan.

Gubernur Maluku diminta memerintahkan koordinasi antara Dinas ESDM, instansi kehutanan, aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait untuk memeriksa legalitas seluruh aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

PTB menginginkan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya terhadap satu koperasi.

Jika memang ada kegiatan yang tidak memenuhi persyaratan, maka seluruh pihak yang melanggar harus mendapatkan perlakuan sesuai hukum.

Sebaliknya, jika suatu pihak telah memenuhi persyaratan, maka aktivitasnya tidak semestinya dihentikan tanpa dasar yang jelas.

Jangan Sampai Penegakan Aturan Menjadi Tebang Pilih

PTB menilai persoalan di Gunung Botak tidak boleh diselesaikan dengan pendekatan siapa yang lebih kuat di lapangan.

Hukum, kata mereka, harus menjadi satu-satunya ukuran.

Apabila benar terdapat pelanggaran administrasi atau teknis, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Namun, apabila suatu kegiatan dihentikan, dasar penghentiannya juga harus dapat dijelaskan secara terbuka.

Pertanyaan PTB kini bukan semata-mata soal satu alat berat yang dihentikan di Pos Kali Anahoni.

Pertanyaannya jauh lebih besar: apakah hukum pertambangan di Gunung Botak benar-benar berlaku sama untuk semua pihak?

PTB meminta pemerintah membuktikannya melalui pemeriksaan menyeluruh dan transparan.

“Pertanyaan kami sederhana: apabila semua pihak wajib mengikuti aturan, maka aturan tersebut harus diterapkan secara konsisten. Kami berharap pemerintah hadir untuk memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi semua pihak,” tutup Ruslan.

Dengan munculnya persoalan ini, perhatian publik kini tertuju kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Dinas ESDM, aparat TNI-Polri, serta instansi teknis lainnya untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai status kegiatan PTB, dasar penghentian alat berat di Pos Kali Anahoni, dan standar pengawasan terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Gunung Botak.

Hendrik Lewerissa: Ketika Pakaian Adat Menjadi Bahasa Cinta Seorang Pemimpin untuk Maluku

0

 

Editorial Redaksi

Ada hari-hari yang tidak sekadar dirayakan dengan seremoni. Ada pula pakaian yang tidak sekadar dikenakan sebagai busana. Ketika Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama istri menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku dengan mengenakan pakaian adat KKT, sesungguhnya ada pesan kebudayaan yang sedang disampaikan: bahwa membangun Maluku tidak boleh tercerabut dari akar adat dan tradisinya.

Tanggal 19 Agustus memiliki makna tersendiri bagi Maluku. Ia hadir hanya dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Di tengah semangat kemerdekaan bangsa yang baru lahir, Maluku kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia sebagai sebuah provinsi.

Karena itu, peringatan HUT Provinsi Maluku bukan hanya tentang bertambahnya usia pemerintahan. Ia adalah kesempatan untuk kembali mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai-nilai apa yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Pakaian adat KKT yang dikenakan Gubernur bersama istri dalam momentum tersebut menjadi simbol yang indah.

Ia seakan mengatakan bahwa adat bukan ornamen, tradisi bukan sekadar kenangan, dan budaya bukan hanya untuk dipamerkan ketika ada perayaan.

Adat adalah identitas.

Tradisi adalah akar.

Dan kebudayaan adalah kekuatan yang membuat sebuah negeri tetap mengenali dirinya sendiri di tengah perubahan zaman.

Keputusan menghadirkan pakaian adat KKT dalam momentum penting daerah juga dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan kekayaan budaya yang hidup di Maluku. Setiap wilayah memiliki cerita, simbol, bahasa budaya, pakaian, tarian, musik, serta tata nilai yang lahir dari perjalanan panjang leluhurnya.

Karena itu, jika hari ini pakaian adat KKT mendapat ruang untuk tampil dalam panggung kehormatan pemerintahan daerah, maka ke depan semestinya ruang yang sama juga diberikan kepada pakaian adat dari berbagai negeri dan wilayah lain di Maluku.

Hari ini KKT, esok Maluku Tenggara, Buru, Seram, Ambon, Lease, Aru, Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan seluruh kekayaan adat Maluku lainnya mendapat tempat yang sama.

Sebab Maluku tidak dibangun dari satu warna budaya.

Maluku adalah rumah besar yang berdiri di atas begitu banyak akar adat.

Di sanalah letak keindahannya.

Pemimpin yang mencintai daerahnya bukan hanya pemimpin yang berbicara tentang pembangunan jalan, pelabuhan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ia juga harus mampu menjaga sesuatu yang tidak dapat diukur dengan angka: jati diri masyarakatnya.

Pembangunan yang maju tetapi kehilangan identitas akan terasa kosong.

Modernisasi yang tidak disertai penghormatan terhadap adat dapat membuat generasi muda mengenal dunia, tetapi lupa mengenal rumahnya sendiri.

Karena itu, kebijakan pembangunan dan kebijakan kebudayaan seharusnya berjalan beriringan.

Maluku membutuhkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan ingatan.

Maluku membutuhkan investasi, tetapi juga membutuhkan identitas.

Maluku membutuhkan kemajuan, tetapi tidak boleh kehilangan adat.

Di sinilah pakaian adat menjadi lebih dari sekadar kain dan motif. Ia menjadi bahasa simbolik seorang pemimpin kepada rakyatnya: bahwa setiap negeri, setiap komunitas, dan setiap warisan leluhur memiliki tempat dalam rumah besar bernama Maluku.

HUT Provinsi Maluku ke-78? Bukan sekadar angka yang bertambah di kalender. Ia adalah perjalanan panjang yang harus terus diisi dengan kerja, persatuan, penghormatan terhadap sejarah dan keberanian menatap masa depan.

Dan mungkin, dari sebuah pakaian adat yang dikenakan pada sebuah upacara, kita belajar satu hal sederhana tetapi penting:

Kemajuan tidak harus membuat kita meninggalkan akar.

Justru karena memiliki akar yang kuat, sebuah pohon mampu tumbuh semakin tinggi.

Begitu pula Maluku.

Biarlah negeri ini tumbuh dengan pembangunan yang modern, tetapi tetap berwajah adat. Biarlah pemerintahan bergerak dengan visi masa depan, tetapi tetap berpijak pada kearifan leluhur.

Sebab pada akhirnya, membangun Maluku bukan hanya tentang bagaimana kita ingin dilihat oleh dunia.

Tetapi juga tentang bagaimana anak cucu kita kelak masih mampu mengenali wajah Maluku dari warisan yang kita jaga hari ini.

Selamat HUT Provinsi Maluku.Dari KKT untuk Maluku.Dari adat untuk pembangunan.

Dan dari akar tradisi, kita menatap masa depan dengan kepala tegak sebagai satu Maluku—Siwalima.

(Mus Latuconsina)

Tim URC Polres Tulang Bawang Dan Unit Reskrim Banjar Agung Bergerak Cepat—Satu Pelaku Diciduk

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com — Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, berhasil diungkap jajaran kepolisian dalam waktu singkat.

Bermodalkan rekaman CCTV dan hasil penyelidikan intensif, Unit Reskrim Polsek Banjar Agung bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian sepeda motor Honda Vario milik warga.

Pengungkapan tersebut bermula dari laporan korban Lasno, warga Kampung Tunggal Warga, yang kehilangan sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi BE 7560 SV pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 07.07 WIB.

Saat kejadian, sepeda motor tersebut sebelumnya diparkir di depan teras rumah setelah digunakan korban untuk membeli kebutuhan. Ironisnya, kunci kontak masih berada pada kendaraan.

Situasi berubah menjadi kepanikan ketika saksi melihat dua orang membawa sepeda motor milik korban. Setelah dilakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV, dugaan pencurian tersebut semakin terang.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp7 juta.

Gerak cepat aparat membuahkan hasil. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, tim yang dipimpin IPDA Kiki Octora, S.E., mendapatkan informasi mengenai keberadaan salah satu pelaku di wilayah Tiyuh Cahyou Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial DH (29).
Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui keterlibatannya dalam pencurian sepeda motor Honda Vario milik korban. Ia juga mengungkap bahwa aksi tersebut dilakukan bersama rekannya yang disebut bernama H.

Tim URC Satreskrim Polres Tulang Bawang kemudian melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan rekan pelaku. Namun, saat hendak diamankan, rekan tersebut berhasil melarikan diri.

“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku. Pengembangan terhadap pelaku lain masih terus dilakukan dan kami tidak akan berhenti sampai seluruh rangkaian perkara ini terungkap,” ujar Kasat Reskrim.

Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, Tim URC Satreskrim Polres Tulang Bawang turut memperkuat langkah penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun keberadaan pelaku lainnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi BE 7560 SV yang diduga merupakan kendaraan milik korban serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah marun tanpa nomor polisi.

Sementara dari korban turut diamankan STNK Honda Vario BE 7560 SV sebagai bagian dari barang bukti perkara.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan terukur. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci kontak pada kendaraan, meskipun hanya untuk waktu singkat,” tegasnya.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Banjar Agung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku yang berhasil melarikan diri saat hendak diamankan.

Polisi memastikan proses hukum akan terus berjalan dengan melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, serta mempersiapkan berkas perkara untuk dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Polres Tulang Bawang menegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk merasa aman. Setiap laporan masyarakat akan menjadi pijakan bagi kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap perkara dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.**

(R)

Hendrik Lewerissa: Ketika Pakaian Adat Menjadi Bahasa Cinta Seorang Pemimpin untuk Maluku

0

 

Editorial Redaksi

Ada hari-hari yang tidak sekadar dirayakan dengan seremoni. Ada pula pakaian yang tidak sekadar dikenakan sebagai busana. Ketika Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama istri menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku dengan mengenakan pakaian adat KKT, sesungguhnya ada pesan kebudayaan yang sedang disampaikan: bahwa membangun Maluku tidak boleh tercerabut dari akar adat dan tradisinya.

Tanggal 19 Agustus memiliki makna tersendiri bagi Maluku. Ia hadir hanya dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Di tengah semangat kemerdekaan bangsa yang baru lahir, Maluku kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia sebagai sebuah provinsi.

Karena itu, peringatan HUT Provinsi Maluku bukan hanya tentang bertambahnya usia pemerintahan. Ia adalah kesempatan untuk kembali mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai-nilai apa yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Pakaian adat KKT yang dikenakan Gubernur bersama istri dalam momentum tersebut menjadi simbol yang indah.

Ia seakan mengatakan bahwa adat bukan ornamen, tradisi bukan sekadar kenangan, dan budaya bukan hanya untuk dipamerkan ketika ada perayaan.

Adat adalah identitas.

Tradisi adalah akar.

Dan kebudayaan adalah kekuatan yang membuat sebuah negeri tetap mengenali dirinya sendiri di tengah perubahan zaman.

Keputusan menghadirkan pakaian adat KKT dalam momentum penting daerah juga dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan kekayaan budaya yang hidup di Maluku. Setiap wilayah memiliki cerita, simbol, bahasa budaya, pakaian, tarian, musik, serta tata nilai yang lahir dari perjalanan panjang leluhurnya.

Karena itu, jika hari ini pakaian adat KKT mendapat ruang untuk tampil dalam panggung kehormatan pemerintahan daerah, maka ke depan semestinya ruang yang sama juga diberikan kepada pakaian adat dari berbagai negeri dan wilayah lain di Maluku.

Hari ini KKT, esok Maluku Tenggara, Buru, Seram, Ambon, Lease, Aru, Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan seluruh kekayaan adat Maluku lainnya mendapat tempat yang sama.

Sebab Maluku tidak dibangun dari satu warna budaya.Maluku adalah rumah besar yang berdiri di atas begitu banyak akar adat.

Di sanalah letak keindahannya.

Pemimpin yang mencintai daerahnya bukan hanya pemimpin yang berbicara tentang pembangunan jalan, pelabuhan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ia juga harus mampu menjaga sesuatu yang tidak dapat diukur dengan angka: jati diri masyarakatnya.

Pembangunan yang maju tetapi kehilangan identitas akan terasa kosong.

Modernisasi yang tidak disertai penghormatan terhadap adat dapat membuat generasi muda mengenal dunia, tetapi lupa mengenal rumahnya sendiri.

Karena itu, kebijakan pembangunan dan kebijakan kebudayaan seharusnya berjalan beriringan. Maluku membutuhkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan ingatan.

Maluku membutuhkan investasi, tetapi juga membutuhkan identitas.Maluku membutuhkan kemajuan, tetapi tidak boleh kehilangan adat.

Di sinilah pakaian adat menjadi lebih dari sekadar kain dan motif. Ia menjadi bahasa simbolik seorang pemimpin kepada rakyatnya: bahwa setiap negeri, setiap komunitas, dan setiap warisan leluhur memiliki tempat dalam rumah besar bernama Maluku.

HUT Provinsi Maluku ke-78? Bukan sekadar angka yang bertambah di kalender. Ia adalah perjalanan panjang yang harus terus diisi dengan kerja, persatuan, penghormatan terhadap sejarah dan keberanian menatap masa depan.

Dan mungkin, dari sebuah pakaian adat yang dikenakan pada sebuah upacara, kita belajar satu hal sederhana tetapi penting:

Kemajuan tidak harus membuat kita meninggalkan akar.

Justru karena memiliki akar yang kuat, sebuah pohon mampu tumbuh semakin tinggi.

Begitu pula Maluku.

Biarlah negeri ini tumbuh dengan pembangunan yang modern, tetapi tetap berwajah adat. Biarlah pemerintahan bergerak dengan visi masa depan, tetapi tetap berpijak pada kearifan leluhur.

Sebab pada akhirnya, membangun Maluku bukan hanya tentang bagaimana kita ingin dilihat oleh dunia.

Tetapi juga tentang bagaimana anak cucu kita kelak masih mampu mengenali wajah Maluku dari warisan yang kita jaga hari ini.

Selamat HUT Provinsi Maluku.Dari KKT untuk Maluku.Dari adat untuk pembangunan.

Dan dari akar tradisi, kita menatap masa depan dengan kepala tegak sebagai satu Maluku—Siwalima.

(Mus Latuconsina)

Maulid Nabi di SMAN 1 Tanggul, Momentum Menanamkan Akhlak dan Karakter Generasi Muda

0

JEMBER, 24 Agustus 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMAN 1 Tanggul berlangsung penuh makna. Tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan era modern.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Generasi yang Berkarakter, Berintegritas, dan Penuh Kasih Sayang di Era Modern”, kegiatan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter, integritas, dan akhlak mulia.

Kepala SMAN 1 Tanggul, Siswo Suryono, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW harus mampu diterjemahkan dalam perilaku nyata peserta didik, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Generasi yang unggul, kata dia, bukan hanya mereka yang memiliki prestasi akademik, tetapi juga pribadi yang mampu menjaga kejujuran, bertanggung jawab, menghormati orang lain, memiliki kepedulian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

“Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan akhlak,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pesan itu kemudian diperdalam melalui tausiyah yang disampaikan Kyai Muhammad Hanani Ashan, Dr. Ponpes Fatihul Ulum Patemon.

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para siswa untuk belajar dari perjalanan hidup para nabi, salah satunya melalui kisah Nabi Yusuf AS.

Kisah Nabi Yusuf AS dinilai memiliki pesan yang sangat relevan bagi generasi muda. Berbagai ujian yang dihadapi Nabi Yusuf, mulai dari perlakuan buruk saudara-saudaranya hingga perjalanan hidup yang penuh cobaan, justru menunjukkan pentingnya kesabaran, keteguhan iman, kejujuran, serta kemampuan menjaga kehormatan diri.

Yang paling utama, kisah tersebut mengajarkan tentang memaafkan dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Ketika Nabi Yusuf AS berada dalam posisi yang memungkinkan dirinya membalas perlakuan buruk saudara-saudaranya, beliau justru memilih jalan kasih sayang dan pengampunan.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi para siswa bahwa karakter seseorang tidak hanya terlihat ketika berada dalam keadaan mudah, tetapi justru ketika menghadapi ujian, tekanan, maupun saat memiliki kesempatan untuk membalas.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka membutuhkan integritas untuk membedakan yang benar dan salah, keteguhan untuk memegang prinsip, serta kasih sayang untuk membangun hubungan yang sehat dengan sesama.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, keluarga besar SMAN 1 Tanggul kembali diingatkan bahwa pendidikan memiliki tugas yang lebih besar daripada sekadar mencetak siswa berprestasi.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, berintegritas, peduli terhadap sesama, serta berakhlak mulia.

Keteladanan Rasulullah SAW dan kisah para nabi diharapkan tidak hanya menjadi materi yang didengar dalam sebuah peringatan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi nilai yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, SMAN 1 Tanggul tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan generasi yang mampu membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

0

Kades Ciomas Bantah  tidak tahu  ada Usaha Ilegal, 12 Awak Media Lapor ke polisi

Tenjo, Bogor – mediaistana.com

Dugaan kegiatan ilegal penyuntikan gas Elpiji 3 kg bersubsidi dan penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi terungkap di wilayah Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Kejadian berlangsung pada malam Senin, 23 Agustus 2026.

Saat awak media melakukan peliputan di lokasi, sejumlah orang yang mengatasnamakan warga Kampung Ciomas melakukan penghadangan dan berusaha mengeroyok jurnalis. Awak mediaistana.com bahkan hampir dipukuli menggunakan kayu. menurut informasi di lapang inisial PJ tersebut sebagai staff desa Ciomas kabupten Bogor yang  membaf susah ilegal baik pencutikan gas Elpiji 3 kg maupun usah menyahguan BBM bersubsidi

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Ci menyatakan tidak mengetahui adanya kegiatan usaha ilegal tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada kegiatan perusahaan ilegal,” ujar Kades Ci.
Namun, pernyataan ini dibarengi dengan penolakan kehadiran awak media yang justru diduga terkait dengan dugaan aktivitas ilegal tersebut.

12 Awak Media Lapor ke Polsek Tenjo
Keesokan harinya, pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 12.20 WIB, sebanyak 12 orang awak media mendatangi Kantor Polsek Tenjo, Polres Bogor, Polda Jabar, untuk melaporkan kasus pengeroyokan tersebut.

Rombongan diterima dengan baik oleh Kanit Reskrim Polsek Tenjo. Dalam penjelasannya, Kanit Reskrim menyatakan akan menindaklanjuti perkara ini dan melaporkan kejadian tersebut ke jajaran Polres Bogor guna pengembangan kasus lebih lanjut terkait dugaan penyuntikan Elpiji 3 kg dan penyalahgunaan solar bersubsidi.

Dasar Hukum , Sanksi Pidana yang Berlaku
1. Terkait Penyuntikan Elpiji  Penyalahgunaan BBM Bersubsidi:
UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 53 jo Pasal 55: Setiap orang yang menyalahgunakan, mengoplos, menyuntik, atau memperdagangkan BBM/Elpiji bersubsidi di luar ketentuan yang berlaku dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp60 miliar.
Peraturan Presiden & Permen ESDM: Elpiji 3 kg dan solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi golongan yang berhak; penyuntikan/penimbunan untuk dijual kembali adalah pelanggaran pidana.

2. Terkait Pengeroyokan Ancaman Terhadap Awak Media:
KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) Pasal 466: Penganiayaan/pengeroyokan diancam pidana penjara hingga 2 tahun 6 bulan. Jika menimbulkan luka berat, ancaman bisa mencapai 5 tahun.
KUHP Pasal 336: Ancaman kekerasan dipidana penjara maksimal 1 tahun 4 bulan.
UU No. 7 Tahun 2023 tentang Perlindungan Jurnalis: Menjamin kebebasan dan perlindungan jurnalis saat bertugas; setiap orang yang menghalangi, mengancam, atau menyerang jurnalis dapat diproses hukum.

Tuntutan:
Kami meminta Polres Bogor segera menindaklanjuti laporan ini, memeriksa seluruh pihak yang terlibat, mengamankan lokasi, serta menghentikan aktivitas ilegal penyuntikan Elpiji dan penyalahgunaan solar bersubsidi tersebut. Keamanan awak media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik harus dijamin penuh oleh negara.

Maulana | Reporter mediaistana.com