Beranda blog Halaman 15

Laporkan Dugaan Penganiayaan Berat, Warga Patemon Krejengan Buat LP di Polres Probolinggo

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Seorang warga Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polres Probolinggo. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STTLP/B/195/VIII/2026/SPKT Polres Probolinggo/Polda Jawa Timur, Minggu (23/8/2026).

Pelapor diketahui bernama Faisal Amirul Amin, warga Dusun Keloran RT 003 RW 002, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Dalam laporannya, Faisal menduga telah menjadi korban penganiayaan berat. Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Jalan Krajan, Desa Selogudig Wetan, Kecamatan Pajarakan, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pihak terlapor dalam laporan tersebut berinisial ZN dan kawan-kawan.
Atas kejadian tersebut, pelapor menduga adanya tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terkait laporan tersebut. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Polres Probolinggo mengenai perkembangan kasus ini.

Upaya konfirmasi kepada pelapor juga masih dilakukan untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap terkait kronologi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kasus ini saat ini telah ditangani oleh SPKT Polres Probolinggo dan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Peduli Akses Warga, Yogi Mandala Putra Ikut Gotong Royong

0

Peduli Akses Warga, Yogi Mandala Putra Ikut Gotong Royong

Jakarta MEDIA ISTANA,LAMPUNG BARAT — Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat dari PDI Perjuangan, Yogi Mandala Putra, bersama masyarakat dan perangkat Pekon Sukaraja melaksanakan gotong royong memperbaiki sejumlah ruas jalan di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi akses jalan yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Yogi Mandala Putra mengatakan, kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari upayanya untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, turun langsung ke lapangan menjadi salah satu cara untuk memahami kondisi masyarakat secara nyata, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.

«“Saya mencoba menyerap aspirasi masyarakat. Seperti yang disampaikan di sela kerja gotong royong bersama masyarakat serta perangkat pekon, karena memang ini tugas kami selaku anggota DPRD. Yang paling penting bagaimana akses dan kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar,” ujar Yogi.»

Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain akses di Pekon Sukaraja serta jalur Marga Jaya menuju Pekon Tambak Jaya.

Yogi menegaskan, kegiatan gotong royong tersebut merupakan murni inisiatif masyarakat dan dilakukan secara sukarela tanpa tekanan dari pihak mana pun.

«“Kegiatan ini murni keinginan masyarakat dan tidak ada tekanan dari siapa pun. Kami bersama-sama bergotong royong untuk kepentingan masyarakat,” katanya.»

Sebagai wakil rakyat, ia menilai komunikasi dengan masyarakat harus terus dibangun agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui secara langsung.

“Bagi saya, turun ke masyarakat bukan hanya sekadar hadir, tetapi bagaimana kita mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Aspirasi tersebut akan kami perjuangkan sesuai dengan tugas dan kewenangan yang kami miliki,” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong di Pekon Sukaraja tersebut pun berlangsung dengan semangat kebersamaan. Masyarakat dan perangkat pekon bahu-membahu dalam melakukan perbaikan jalan.

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap fasilitas umum tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, masyarakat dapat mengambil peran nyata dalam menjaga serta memperbaiki lingkungan tempat mereka beraktivitas.

Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga sebagai bagian dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan fasilitas bersama.

Hamdan ❤️

HUT Gereja tugu Ke – 279, Once Mekel Hibur Warga dan Jemaat

0

Mediaistana.com JAKARTA UTARA — 23/08/2026, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Tugu ke-279 yang di hadiri oleh walikota jakarta Utara Hendra Hidayat, berlangsung meriah dengan menghadirkan panggung hiburan rakyat pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan yang hadir menghibur warga dan jemaat dalam rangkaian perayaan hari bersejarah bagi Gereja Tugu tersebut.

Penampilan Once Mekel mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terlihat sepanjang acara, menjadikan perayaan HUT ke-279 Gereja Tugu tidak hanya sebagai momentum mengenang perjalanan panjang gereja, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali silaturahmi.

Perayaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga semangat kebersamaan antara jemaat dan masyarakat di sekitar Gereja Tugu. Panggung hiburan rakyat juga memberikan ruang bagi warga untuk berkumpul, bersosialisasi, sekaligus menikmati rangkaian acara dalam suasana penuh kegembiraan.

Dengan usia yang telah mencapai 279 tahun, Gereja Tugu terus menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat di kawasan Tugu, Jakarta Utara. Momentum peringatan HUT tahun ini pun diharapkan dapat semakin memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, serta semangat menjaga warisan sejarah dan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

Gereja Tugu Minggu, 23 Agustus 2026.(Red)

Kapolsek Gunung Agung Terima Penyerahan Senpi Rakitan ( Senpira ) Ilegal dari Masyarakat

0

Tulang Bawang Barat l Mediaistana.com – Demi menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolsek Gunung Agung Polres Tulang Bawang Barat menerima penyerahan Satu Pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) jenis Revolver warna Silver tanpa amunisi dari masyarakat, yang diserahkan langsung oleh Kepala Tiyuh Dwikora Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Kegiatan penyerahan tersebut berlangsung di lingkungan Kantor Mapolsek Gunung Agung, Penyerahan ini merupakan wujud kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mendukung upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah penyalahgunaan senjata api rakitan (senpira) yang dapat mengganggu ketenteraman di lingkungan terutama menjelang akan diadakannya Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati).

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan S.Ik., M.Tr., Opsla., melalui Kapolsek Gunung Agung Iptu Apriansyah S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Tiyuh Dwikora Jaya beserta masyarakat yang telah bersedia menyerahkan senjata api rakitan tersebut secara sukarela.

Langkah tersebut dinilai sangat positif dan mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Hukum Polsek Gunung Agung.

“Kami berharap langkah baik ini dapat menjadi teladan bagi warga lainnya, agar bersama-sama menjaga wilayah kita bebas dari peredaran senjata api rakitan serta barang berbahaya lainnya,” ujar Kapolsek. Minggu (23/08/2026)

Senjata api rakitan yang diserahkan selanjutnya akan diamankan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Polsek Gunung Agung terus berkomitmen mempererat silaturahmi dan kerja sama yang erat dengan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya keamanan yang baik di wilayah hukum Polsek Gunung Agung Polres Tulang Bawang Barat.” Pungkas Iptu Apriansyah. **

*(humas_tubaba_R)*

Api Membara di Jalur Tol Menggala! Polisi Bergerak Cepat, Kebakaran Alang-Alang Ditemukan di Km 182–184

0

TULANG BAWANG l Mediaistana.com – Kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, langsung mendapat perhatian serius jajaran Polsek Menggala. Petugas bergerak melakukan pengecekan ke sejumlah titik yang terdeteksi berada di sekitar ruas Tol Km 182 hingga Km 184, Minggu (23/8/2026).

Pengecekan dilakukan mulai pukul 13.00 WIB dan dipimpin jajaran Polsek Menggala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat meluas, terlebih lokasi berada di sekitar jalur tol.

Dari hasil pengecekan lapangan, petugas menemukan tiga titik koordinat yang terindikasi sebagai hotspot di wilayah Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan secara langsung, petugas tidak menemukan api yang masih berkobar. Di lokasi justru ditemukan sisa alang-alang dan semak belukar yang sebelumnya terbakar dan telah dalam kondisi padam.

Informasi dari hasil pemeriksaan menunjukkan, kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan pinggir jalan tol Km 182 dan Km 184.

Tiga titik yang dilakukan pengecekan masing-masing berada di wilayah Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, dengan koordinat -4.50564, 105.17575; -4.51534, 105.17711; dan -4.50687, 105.17950.

Kapolsek Menggala IPTU Yusrizal, menegaskan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam merespons setiap informasi terkait potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi yang dapat meningkatkan risiko munculnya titik api.

“Kami langsung melakukan pengecekan terhadap titik yang terindikasi sebagai hotspot. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan sisa alang-alang dan semak belukar yang terbakar, namun api sudah dalam keadaan padam,” ujar IPTU Yusrizal.

Menurutnya, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kembali munculnya api di sekitar lokasi. Langkah tersebut sekaligus sebagai upaya mencegah kebakaran meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan tol.

Dalam pengecekan tersebut, petugas yang turun langsung ke lokasi yakni AIPTU Hwawik, AIPDA Jondri, serta Dedi selaku petugas pintu masuk tol.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama terhadap lahan maupun semak belukar. Apabila menemukan adanya api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.
Polsek Menggala akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di wilayahnya guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik panas.

Polisi bergerak cepat, api padam, dan situasi di sekitar Tol Menggala Km 182–184 dipastikan dalam pemantauan jajaran Polsek Menggala.””*

(R)

Meriahkan HUT RI Ke – 81 PERSADIN FUN Digelar, Kegiatan Olahraga dan Pengabdian Masyarakat

0

BEKASI l Mediaistana.com – Menyambut dan memeriahkani peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke – 81, Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Advokasi Indonesia (DPN PERSADIN) melaksanakan kegiatan bertajuk PERSADIN FUN di Kabupaten Bekasi.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap kehadiran organisasi advokat yang peduli serta terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan kebugaran rakyat.

Kegiatan yang berpusat di Jalan Raya Serang Cibarusah No. 002, Desa Sukadami, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pengabdian Masyarakat Novianti, S.H., M.H. dan Wakil Sekretaris Jenderal Hendra Agus Susanto, S.H.

Dalam sambutan tertulisnya, Ketua Umum DPN PERSADIN Dr. KRT. Oking Ganda Miharja, SH, MH., Mengapresiasi Pengurus DPN PERSADIN Bidang Pemuda Olahraga dan Pengabdian Masyarakat, “Ini adalah Realisasi Nyata Program Kerja Dewan Pimpinan Nasional, Serta Komitmen Pengabdian yang Konsisten
Membangun Kedekatan dan Kepercayaan dengan Masyarakat.

“Dari 12 Pengurus Bidang di DPN PERSADIN, Bidang Pendidikan dan Pelatihan sudah rutin menggelar PKPA dan UPA untuk Calon Advokat serta Pelatihan Paralegal. Selanjutnya Bidang Pemuda, Olahraga dan pengabdian Masyarakat dengan PERSADIN FUN. Selanjutnya Bidang Kominfo dengan PERSADIN AWARD nya, Bagian Hukum dan Lugitasi dengan Pembentukan LBH PERSADIN, Bagian Koperasi dan Tenaga Kerja dengan KOPERASI PERSADIN dan banyak program Bidang lainnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda, Olahraga dan Pengabdian Masyarakat Novianti, S.H., M.H. mengungkapkan,
“Ini adalah wujud pelaksanaan Program Kerja Dewan Pimpinan Nasional PERSADIN khususnya Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pengabdian Masyarakat yang telah diputuskan secara resmi saat Rapat Kerja DPN PERSADIN. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mensosialisasikan keberadaan PERSADIN sebagai organisasi advokat dan berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kami akan terus konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan olahraga dan pengabdian kepada masyarakat, Agar kehadiran PERSADIN tidak hanya dirasakan di ruang-ruang hukum, tetapi juga terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat luas”, Tambah Advokat yang Mantan Atlit ini.

Wasekjen Hendra Agus Susanto, S.H. menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata kesungguhan organisasi dalam menjaga komitmen yang telah disepakati bersama. “PERSADIN FUN” ini adalah realisasi konkret dari hasil keputusan Rapat Kerja DPN PERSADIN. Kami ingin menunjukkan bahwa organisasi profesi advokat juga hadir untuk menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan yang merakyat, menyenangkan, dan bermanfaat luas”.

Dengan diikuti ratusan peserta, PERSADIN FUN Bekasi menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan yang diusung organisasi mendapat sambutan hangat dari warga. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menjembatani profesi hukum dengan masyarakat luas, menghapus jarak, serta membangun kepercayaan bahwa advokat adalah bagian dari masyarakat yang senantiasa peduli, tumbuh bersama, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Semangat PERSADIN FUN di Bekasi diharapkan menjadi tonggak awal serangkaian kegiatan serupa yang akan digelar di berbagai daerah, sejalan dengan semangat kemerdekaan ke-81 untuk terus bekerja, berkarya, dan mengabdi bagi kemaslahatan rakyat Indonesia. **

(R)

Rangkap Jabatan Jadi Sorotan, Pendaftaran Calon BPD Desa Karang Tuai Pertanyaan

0

 

MEDIA ISTANA.COM

LAMONGAN, 22 Agustus 2026
Proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karang, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, disorot. Panitia pemilihan diduga lalai menerima berkas pendaftar yang belum memenuhi syarat administrasi.

Salah satu pendaftar atas nama Suyanto diketahui masih menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Karang. Padahal, regulasi melarang adanya rangkap jabatan.

Saat dikonfirmasi, Suyanto membenarkan dirinya mendaftar sebagai calon anggota BPD. Ia mengaku didorong oleh warga untuk maju. Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Betul saya mencalonkan diri sebagai BPD, karena saya ditelepon Arif dan Asmaiyah untuk membantu memperkuat suara BPD Karang. Saya belum mengundurkan diri karena nanti bila saya dipilih baru mengundurkan diri sebagai Ketua LPM,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu panitia pemilihan yang enggan disebut namanya membenarkan adanya 6 pendaftar.

“Ada 6 pendaftar untuk anggota BPD. Untuk saudara Suyanto berkas lengkap tapi belum ada surat pengunduran diri dari Ketua LPM,” katanya.

Aturan Melarang Rangkap Jabatan,

Berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD, anggota BPD dilarang merangkap jabatan sebagai Kepala desa, perangkat desa, dan jabatan lain yang ditentukan, termasuk sebagai pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa. LPM merupakan salah satu unsur LKD.

Larangan ini bertujuan untuk menghindari konflik kepentingan. BPD berfungsi sebagai pengawas kinerja kepala desa dan penampung aspirasi, sementara LPM adalah mitra kerja pemerintah desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Prosedur yang benar, calon yang masih menjabat di LPM wajib membuat surat pengunduran diri tertulis kepada Kepala Desa dan mendapatkan penetapan pemberhentian terlebih dahulu sebelum mendaftar sebagai calon BPD.

Publik Desak Panitia Bersikap Tegas. Temuan ini memicu pertanyaan terkait kecermatan panitia dalam melakukan verifikasi administrasi. Warga Desa Karang berharap panitia segera menindaklanjuti dan memastikan seluruh calon memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan.

Ketika di konfirmasi awak media Via WA Khoirul Ketua Panitia Pemilihan BPD mengatakan, ”inggih sekedap pak,Kulo tasek Ten Haul dusun,” katanya.

Sesuai Kode Etik Jurnalistik, redaksi memberikan ruang hak jawab kepada Panitia Pemilihan BPD Desa Karang, Kepala Desa Karang, dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.

Aris.t

Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

0

 

MEDIAISTANA.COM

Kubu Raya, 22 AGUSTUS 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Peninjauan dilakukan setelah Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas terkait penanganan karhutla di Pangkalan TNI AU Supadio. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan kondisi di lapangan dapat ditangani secara optimal.

Dalam pengantarnya pada rapat terbatas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedatangannya ke Kalimantan Barat bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan sekaligus memperoleh laporan mengenai situasi terkini. “Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Presiden.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo menyusuri area yang terdampak kebakaran untuk melihat kondisi lahan sekaligus proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan. Presiden juga memberikan arahan kepada para menteri dan jajaran terkait mengenai pentingnya penanganan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyapa para petugas yang tengah berjibaku melakukan pemadaman. Kepala Negara juga berinteraksi dengan sejumlah warga di sekitar lokasi untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Dengan turun langsung ke lokasi kebakaran, Presiden Prabowo dan jajarannya ingin memastikan arahan dan strategi penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Pemerintah terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Selain Mendagri, Presiden turut didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Aris.t

Festival Merah Putih: Saat Perempuan Bersatu Merawat Budaya dan Menggerakkan Ekonomi

0

Mediaistans.com | JAKARTA – Semangat persatuan dan kolaborasi perempuan Indonesia diwujudkan melalui Festival Merah Putih yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Perkumpulan Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) tersebut mengangkat pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi UMKM.

Festival Merah Putih dihadiri sejumlah pimpinan dan tokoh organisasi perempuan, di antaranya Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro, S.H., M.Kn., Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam, Pembina DPP PIM Tantri Relatami, Rektor UNIPI sekaligus Dewan Pembina DPP PIM Prof. Dr. Francisca Sestri, Dewan Pengawas DPP PIM Soraya Togas, serta Ketua Umum BPP HIPMI Womenpreneur Aisyah Melissa Hamid. Sejumlah perwakilan panitia, mitra pendukung, desainer, dan juri fashion show dan mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Bhyandha by Halida Noor, MIWA Pattern by Mira Hoeng, Enny Collection by Enny, Edith House by Edita, Imogen by Sasa, Rizz Ashar by Fariz Ashar, Meemaa Style, Rakuna by Ratna Kurnia, Opie Ovie, dan Lenny Agustin.

Rangkaian Festival Merah Putih diisi Parade Kebaya Merah Putih, talk show, pertunjukan seni, special show, dan fashion show yang melibatkan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Kolaborasi Perempuan untuk Gerakan Bersama

Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengatakan Festival Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarelemen perempuan Indonesia. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi dapat menjadi kekuatan ketika disatukan dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi dapat duduk bersama, bekerja bersama, dan menghadirkan kegiatan yang positif, tentu akan memberikan energi yang besar bagi kemajuan perempuan dan bangsa Indonesia,” ujar Lana.

Ia menuturkan, gagasan Festival Merah Putih bermula dari komunikasi dengan Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam. Dari komunikasi tersebut, kolaborasi kemudian dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi perempuan.

 

Festival tidak hanya menghadirkan Parade Kebaya Merah Putih, tetapi juga talk show, special show, pertunjukan seni, serta kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

 

Lana menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda menjadi bagian penting karena mereka memiliki peran strategis dalam meneruskan nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.

“Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya, persatuan, dan Indonesia sejak dini,” katanya.

KOWANI: Kebaya Punya Potensi Ekonomi

Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029 Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan pelestarian kebaya tidak sebatas menjaga warisan budaya. Kebaya juga memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi melalui keterlibatan pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

Menurut Nannie, pengembangan kebaya berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, industri kreatif hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Saya yakin kegiatan seperti ini memberikan dampak yang kuat, terutama karena tidak hanya berbicara tentang kebaya dan budaya, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan, UMKM, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Nannie.

Ia mengapresiasi para desainer dan pelaku industri kreatif yang terus mengembangkan kebaya dan busana Indonesia. Menurutnya, parade, pameran, dan kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

Karena itu, Nannie mendorong agar gerakan berkebaya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai daerah.

“Kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi. Kegiatan-kegiatan seperti ini jangan berhenti hanya pada satu acara, tetapi harus terus dilanjutkan, dikembangkan, dan dibawa ke berbagai daerah agar manfaatnya semakin luas,” katanya.

Nannie juga menilai pemberdayaan UMKM perempuan perlu dibarengi edukasi dan inovasi. Pelaku usaha, kata dia, perlu memiliki kemampuan dalam melakukan diversifikasi produk, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi, hingga menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di sisi lain, ia menilai pengenalan kebaya tidak harus dilakukan melalui kewajiban. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Kita tidak harus selalu mewajibkan perempuan memakai kebaya. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran dan kebanggaan. Ketika perempuan Indonesia melihat bahwa kebaya itu cantik, anggun, nyaman, dan bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, saya yakin mereka akan dengan sendirinya tertarik untuk mengenakannya,” jelasnya.

Menurut Nannie, semakin banyak perempuan mengenakan kebaya, semakin besar pula peluang ekonomi yang terbuka bagi pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM.

“Kita sekaligus memberikan kesempatan kepada UMKM, pengrajin, penjahit, dan para desainer kebaya untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengenalan kebaya kepada generasi muda perlu dilakukan sejak dini, termasuk melalui lingkungan pendidikan. Salah satunya dengan mengenalkan penggunaan kebaya pada hari tertentu di sekolah agar anak-anak terbiasa melihat dan mengenal busana tradisional Indonesia.

“Kalau anak-anak kita sudah terbiasa melihat, mengenal, dan memakai kebaya, mereka akan tumbuh dengan rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” tuturnya.

Nannie menegaskan pelestarian kebaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi perempuan, pelaku UMKM, desainer, dunia pendidikan hingga masyarakat.

“Kebaya bukan sekadar busana. Kebaya adalah identitas, budaya, sejarah, sekaligus peluang ekonomi bagi perempuan Indonesia,” pungkas Nannie.

PPMI Dorong Perempuan Mandiri dan Berdaya Saing

Ketua Umum PPMI Bundo Suherni Syam mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara PPMI dan PIM. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perempuan menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk membangun gerakan bersama.

Ia menilai perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar ketika mampu bersatu, membangun jejaring, dan saling mendukung dalam berbagai bidang.

“Kaum perempuan kalau bersatu, kita akan kuat. Melalui festival ini, jaringan UMKM perempuan di bawah naungan PPMI juga turut dilibatkan untuk diangkat derajat ekonominya secara nyata,” ujar Bundo Suherni.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui peringatan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga melalui langkah nyata menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat kemandirian perempuan, serta menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.

Melalui Festival Merah Putih, PPMI mendorong perempuan Indonesia agar semakin mandiri, tangguh, kreatif, dan memiliki daya saing. Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga, menggerakkan perekonomian, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan keberagaman Indonesia.

Bundo Suherni berharap kolaborasi antarlembaga perempuan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Semoga kolaborasi ini membawa keberkahan, menguatkan cita-cita bersama, serta menjadi inspirasi bagi semakin banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.

Festival Merah Putih turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Sudin dan Wanda, Bank Jakarta, serta Hotel Borobudur Jakarta.

PIM Perkuat Perlindungan Perempuan dan Jejaring Digital

Kolaborasi yang dibangun melalui Festival Merah Putih juga diarahkan pada penguatan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan perempuan dan anak.

Lana mengatakan PIM telah memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PIM yang memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak.

Selain itu, PIM memperbarui website resminya untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai profil organisasi, kegiatan, dan program. Platform tersebut juga menjadi sarana promosi bagi UMKM sekaligus mendukung perluasan jejaring organisasi perempuan secara nasional.

“Kita juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk saling mendukung melalui berbagai kanal komunikasi dan media sosial. Mari kita follow, like, dan sebarkan berbagai kegiatan positif yang dilakukan organisasi perempuan di Indonesia,” ujar Lana.

Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perempuan yang lebih kuat, tidak hanya dalam bidang budaya, tetapi juga hukum, ekonomi, teknologi, dan pendidikan.

Festival Merah Putih menunjukkan bahwa kolaborasi organisasi perempuan dapat diarahkan pada berbagai agenda sekaligus. Pelestarian budaya, penguatan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kapasitas generasi muda dapat berjalan dalam satu semangat kebersamaan.

“Tujuan kita sama, yaitu membangun persatuan, memperkuat peran perempuan, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia yang kita cintai,” kata Lana.

(red)

Jalan Surya Kencana Bogor Padat & Trotoar Dipenuhi PKL, DKD PWRI Minta Penataan Berkelanjutan

0

Jalan Surya Kencana Bogor Padat & Trotoar Dipenuhi PKL, DKD PWRI Minta Penataan Berkelanjutan

Kota Bogor – mediaistana.com

Jalan Surya Kencana (Surken), salah satu ikon kuliner dan wisata Kota Bogor, kembali menjadi sorotan. Hasil pemantauan pada Minggu (23/8/2026) menunjukkan kemacetan mengular hampir di sepanjang ruas jalan. Di sisi lain, trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki justru dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima, sehingga ruang publik semakin menyempit dan membahayakan pengguna jalan.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Bogor, Peniel Zebua. Saat meninjau langsung lokasi, ia menilai penataan kawasan Surya Kencana tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut ketertiban, keselamatan masyarakat, serta citra Kota Bogor sebagai destinasi wisata.

“Trotoar adalah fasilitas umum yang harus dikembalikan kepada fungsinya. Kami meminta Satpol PP Kota Bogor segera mengambil langkah tegas namun tetap humanis untuk menertibkan PKL di sepanjang Surya Kencana, agar pejalan kaki merasa aman dan arus lalu lintas menjadi lebih tertib,” tegas Peniel Zebua.

Keluhan serupa juga disampaikan pengemudi kendaraan yang melintas. “Macetnya sudah parah. Pejalan kaki sampai turun ke badan jalan karena trotoarnya dipakai aktivitas lain. Kami berharap pemerintah segera menata kawasan ini,” ujarnya.

Sebagai kawasan kuliner, perdagangan, dan wisata kebanggaan Kota Bogor, Surya Kencana dinilai membutuhkan penataan yang berkelanjutan. DKD PWRI Kota Bogor berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat, melainkan menghadirkan solusi adil bagi para pedagang, sehingga roda ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat atas ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib.

Maulana | Reporter mediaistana.com